Surah An-Nah.l [16] Ayat 78 tentang Nikmat Allah kepada Manusia

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًۭٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Walla-hu akhrajakum mim but.u-ni ummaha - tikum la - ta'lamu-na syai’aw wa ja'ala lakumus-sam’a wal-abs.a-ra wal-af‘idata la'allakum tasykuru-n(a)

Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan,
dan hati nurani, agar kamu bersyukur. (Q.S. an-Nah.l [16]: 78)

1. Kosakata
أَخْرَجَكُم : mengeluarkan kamu
بُطُونِ : perut-perut
أُمَّهَٰتِكُمْ : ibumu
لَا تَعْلَمُونَ : kamu tidak mengetahui
شَيْـًۭٔا : sesuatu
وَجَعَلَ : dan Dia memberimu
ٱلسَّمْعَ : pendengaran
ٱلْأَبْصَٰرَ : penglihatan
ٱلْأَفْـِٔدَةَ : hati nurani
لَعَلَّكُمْ : agar kamu
تَشْكُرُونَ : bersyukur

2. Penerapan Ilmu Tajwid

Dalam Surah an-Nah.l [16] ayat 78 ini terdapat beberapa bacaan tajwid sebagai berikut.
a. Bacaan Izhar Syafawi
Bacaan izhar syafawi terbentuk ketika terdapat mim sukun bertemu dengan huruf hijaiah selain mim dan ba. Dalam bacaan ini bunyi huruf mim sukun dibaca jelas. Anda dapat menggunakan bacaan ini saat membaca kalimat أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ.
b. Bacaan Alif Lam Syamsiyah
Bacaan ini dapat Anda gunakan untuk membaca kata ٱلسَّمْعَ. Huruf alif lam dalam kata tersebut diikuti oleh huruf syamsiyah sin. Dengan demikian, bunyi alif lam tersebut hilang dan yang tampak hanyalah bunyi huruf sin yang mengikutinya.

3. Kandungan Surah An-Nah.l [16] Ayat 78 tentang Nikmat Allah kepada Manusia

Kita sebagai manusia yang beriman kepada Allah harus melaksanakan tugas sebagai khalifah Allah di bumi sebaik-baiknya. Untuk itu, kita perlu membiasakan diri dengan ibadah dan tuntunan hidup yang telah Allah turunkan kepada kita. Di antaranya sebagai berikut.
1. Melaksanakan salat dengan khusyuk dan tepat waktu. Hal ini sangat penting untuk menjaga hubungan kita dengan Allah.
2. Berbuat baik kepada sesama sebagai bentuk hubungan sosial kemasyarakatan.
3. Senantiasa menjaga lingkungan di sekitar kita. Hal ini mencerminkan kedudukan kita sebagai pemakmur di muka bumi.
 4. Menyebarkan kebaikan dan rahmat kepada siapapun. Hal ini merupakan pelaksanaan dari tugas kita sebagai khalifah di bumi.
5. Mencegah kerusakan yang terjadi di sekitar kita.

Apakah yang kita lakukan dengan hidup kita? Apakah Anda pernah bertanya mengapa Anda ada dan tujuan Anda hidup? Mungkin Anda belum pernah bertanya atau tidak mau tahu dengan hal tersebut. Satu hal yang pasti, semakin cepat Anda menyadari hal ini, semakin tertata hidup Anda karenanya. Sebaliknya, semakin lambat Anda menyadarinya, semakin tidak terkendali hidup Anda.

Mengapa demikian? Karena saat seseorang menyadari tujuan kehadirannya di suatu empat, hal tersebut akan mempengaruhi cara berpikirnya, cara bertindaknya, dan caranya memandang sesuatu. Semakin dekat Anda dengan Allah dan kebenaran hakiki yang disampaikan-ya, semakin baik hidup Anda untuk bertindak sebagai khalifah dan beribadah kepada-Nya. emikian pula sebaliknya.

Surah An-Nah.l [16] Ayat 78 tentang Nikmat Allah kepada Manusia
Selengkapnya tentang Belajar Agama Islam di Sekolah

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE