Cahaya dan Sifat-sifatnya


http://www.berkado.com/2015/03/gelang-rantai-giok.html

Dapatkah kamu melihat di tempat yang gelap? Cahaya sangat penting bagi kehidupan di muka bumi. Tanpa cahaya, kamu tidak dapat melihat benda yang beraneka warna, bunga-bunga yang berwarna-warni, dan pemandangan alam yang sangat mempesona. Dari manakah cahaya berasal? Semua cahaya berasal dari sumber cahaya. Semua benda yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya. Contoh sumber cahaya antara lain matahari, bintang, api, lampu, dan kilat.
Sifat-Sifat Cahaya
Cahaya mempunyai sifat-sifat, antara lain sebagai berikut.
1. Cahaya dapat dipantulkan.
2. Cahaya dapat merambat lurus.
3. Cahaya dapat mengalami pembiasan/dibelokkan.
4. Cahaya dapat menembus benda bening.
5. Cahaya dapat diuraikan/mengalami dispersi.

Jika cahaya mengenai sebuah benda, maka ada dua kemungkinan, yaitu:
1. cahaya akan dipantulkan oleh benda,
2. cahaya akan diserap oleh benda tersebut.

Dalam hal penyerapan cahaya oleh benda, warna benda menentukan besar kecilnya cahaya yang diserap. Warna gelap akan menyerap cahaya, sedangkan warna terang akan memantulkan cahaya. Nah, pernahkah terpikir olehmu mengapa pakaian seragam sekolah berwarna putih?

1. Cahaya Dapat Dipantulkan
Pernahkah kamu merasa silau karena melihat cermin di bawah cahaya matahari? Cermin bukanlah sumber cahaya, tetapi mengapa ia seolaholah dapat memancarkan cahaya? Hal itu terjadi karena cahaya matahari dipantulkan oleh cermin. Ketika cahaya pantul itu sampai di mata, kamu melihat seolah-olah cahaya datang dari cermin. Cermin merupakan benda yang mempunyai permukaan mengkilap. Benda yang mengkilap memantulkan cahaya yang datang kepadanya. Bayangan pada cermin sesungguhnya juga merupakan pantulan cahaya.

Pernahkah kamu memerhatikan cahaya yang dipantulkan? Untuk lebih memahami pemantulan cahaya serta ciri-ciri pemantulan oleh cermin yang permukaannya datar, permukaannya cekung, dan permukaannya cembung, perhatikan uraian berikut ini!

a. Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar
Sifat-sifat cermin datar adalah sebagai berikut. 1) Membentuk bayangan semu atau maya. Bayangan maya adalah bayangan yang tidak dapat ditangkap oleh layar, tetapi dapat dilihat dalam cermin. 2) Jarak bayangan ke permukaan cermin sama dengan jarak benda ke permukaan cermin. 3) Besar atau tinggi bayangan sama dengan besar atau tinggi benda aslinya. 4) Sisi tertukar, benda di sebelah kiri tampak di sebelah kanan pada cermin, begitu pula sebaliknya. 5) Posisi bayangan tegak.
Cermin datar adalah cermin yang permukaannya berupa bidang datar. Cermin datar membentuk bayangan maya, tegak, sama besar, sisi tertukar. Pemantulan cahaya yang terjadi pada benda yang permukaannya rata disebut pemantulan searah/beraturan. Pemantulan cahaya yang terjadi pada benda yang permukaannya tidak rata disebut pemantulan baur/difus.
b. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung 
Cermin cekung adalah cermin yang memiliki bagian pemantulan cahaya berupa cekungan. Cermin cekung biasa digunakan sebagai reflektor (benda yang memantulkan cahaya). Cermin cekung biasa digunakan pada lampu senter, lampu sepeda, lampu mobil, lampu sepeda motor, alat kerja dokter.

c. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung
Cermin cembung merupakan cermin yang memiliki bagian pemantulan cahaya yang berbentuk cembung. Cermin cembung biasa dipakai untuk kaca spion mobil yang berfungsi untuk melihat kendaraan lain yang ada di belakang mobil tanpa menoleh ke belakang. Cermin cembung menghasilkan bayangan maya, tegak, dan diperkecil.

Sifat-sifat cermin cembung adalah sebagai berikut.
1) Menyebarkan berkas cahaya.
2) Sifat bayangan yang dihasilkan selalu maya, tegak, diperkecil.

Pemantulan cahaya selalu mengikuti hukum pemantulan cahaya.
Bunyi hukum pemantulan cahaya, yaitu:
- Sudut datang sama dengan sudut pantul.
- Cahaya datang, garis normal, dan cahaya pantul terletak pada satu bidang datar.
2. Cahaya Dapat Merambat Lurus 
Pernahkah kamu memerhatikan cahaya matahari yang memasuki ruanganmu yang gelap melalui celah-celah jendela atau genting rumahmu yang bocor?
Cahaya yang masuk ke ruanganmu yang gelap akan tampak seperti garis putih yang lurus.

Berkas cahaya merambat lurus. Apabila berkas cahaya terhalang oleh benda gelap (benda yang tidak tembus cahaya), maka berkas cahaya tidak dapat kita lihat. Dalam kehidupan sehari-hari berkas cahaya yang merambat lurus dapat kamu lihat pada cahaya senter, lampu mobil di malam hari, cahaya saat menonton bioskop.

3. Cahaya Dapat Mengalami Pembiasan 
Pernahkah kamu berdiri di pinggir kolam mengamati dasar kolam yang airnya jernih? Kamu mungkin tertipu. Mungkin kamu mengira bahwa kolam tersebut dangkal, tetapi ternyata kolam lebih dalam dari yang kamu duga. Ikan hias di dalam akuarium/stoples yang bulat juga tampak lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mengapa demikian? Hal itu terjadi karena pembiasan cahaya oleh air yang jernih.

Kamu dapat melihat pensil karena cahaya yang mengenai pensil dipantulkan ke mata kita. Cahaya tersebut merambat melalui medium udara ke medium air. Medium udara memiliki kerapatan yang lebih kecil dibandingkan medium air. Cahaya yang merambat pada medium yang berbeda akan mengalami pembiasan cahaya/ pembelokan cahaya. Pembiasan cahaya mendekati normal karena dari medium renggang ke medium lebih rapat.

4. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening
Bagaimana sifat-sifat cahaya pada benda bening?

Benda-benda yang dapat ditembus oleh cahaya disebut benda bening. Benda-benda di sekitarmu yang termasuk benda bening di antaranya kaca jendela, plastik bening, mika bening, air yang jernih, dan lain-lain. Benda-benda yang tidak dapat ditembus oleh cahaya disebut benda gelap. Benda-benda di sekitarmu yang termasuk benda gelap, di antaranya batu, tripleks, air keruh, kaleng, dan lain-lain.

Dispersi Cahaya

Manfaat Cahaya
Pernahkah kamu membayangkan manfaat dari cahaya matahari? Cahaya matahari merupakan sumber energi yang terbesar, baik di darat maupun di dalam air. Tanpa cahaya matahari, tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis. Akibatnya tumbuhan tidak dapat menyediakan makanan bagi makhluk hidup lain. Mungkin tidak ada lagi makhluk hidup yang dapat bertahan hidup jika tidak ada matahari.
Benda-benda dapat dilihat karena benda-benda tersebut memantulkan cahaya dan cahaya pantul itu masuk ke mata kita.
Dapatkah kamu melihat benda jika tidak ada cahaya? Tentu saja kamu tidak dapat melihat suatu benda dalam keadaan gelap gulita. Oleh karena itu, kamu membutuhkan cahaya lampu pada malam hari. Pada siang hari kamu membutuhkan cahaya matahari. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat-sifat cahaya banyak diterapkan oleh manusia untuk berbagai keperluan, misalnya untuk membuat alat-alat optik seperti periskop, kaca pembesar/lup/suryakanta, kamera, mikroskop, teropong, overhead projector (OHP), dan lain-lain.

Membuat Karya atau Model

1. Membuat Periskop
Apakah dasar pembuatan periskop? Bagaimana cara membuat periskop? Pembuatan periskop menggunakan dasar sifat-sifat cahaya. Pernahkah kamu melihat kapal selam? Untuk mengamati keadaan permukaan laut dari kapal selam, seorang pengamat menggunakan periskop. Periskop adalah suatu alat untuk melihat benda yang berada di balik suatu penghalang, misalnya dinding atau pagar yang lebih tinggi dari kamu. Pada periskop terjadi pemantulan cahaya dan bayangan dari cermin atas ke cermin bawah sehingga kamu dapat melihat benda di balik dinding atau pagar.

2. Membuat Kaca Pembesar / Lup / Suryakanta Sifat-sifat cahaya dapat dijadikan dasar dalam pembuatan lup.

Kaca pembesar atau lup terbuat dari lensa cembung. Kaca pembesar digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil agar tampak lebih besar dan jelas. Kaca pembesar banyak digunakan oleh tukang arloji untuk melihat bagian-bagian arloji yang kecil dan rumit. Ahli purbakala menggunakannya untuk mengamati benda-benda purba.

1. Sumber cahaya adalah benda-benda yang dapat menghasilkan cahaya sendiri. Contoh: api, sinar matahari, bintang, sinar lampu kendaraan, sinar lampu listrik, dan lain-lain.
2. Matahari merupakan sumber energi yang utama.
3. Sifat-sifat cahaya antara lain:
- cahaya dapat dipantulkan,
- cahaya dapat merambat lurus,
- cahaya dapat mengalami pembiasan,
- cahaya dapat menembus benda bening,
- cahaya dapat diuraikan / dispersi.
4. Benda yang berwarna gelap bersifat menyerap cahaya, sedangkan yang berwarna cerah bersifat memantulkan cahaya.
5. Sifat-sifat bayangan pada cermin datar, yaitu:
- maya,
- tegak,
- sama besar,
- jarak benda sama dengan jarak bayangan,
- sisi tertukar.
6. Sifat-sifat bayangan pada cermin cekung, yaitu:
- maya,
- terbalik,
- ukuran tergantung letak bendanya.
Contoh pemanfaatan cermin cekung: lampu senter, lampu mobil, lampu sepeda, lampu sepeda motor, dan alat pada dokter gigi.
7. Sifat-sifat bayangan pada cermin cembung selalu:
- maya,
- tegak,
- diperkecil,
Contoh pemanfaatan cermin cembung: spion, bagian belakang sendok.
8. Cahaya akan dibiaskan jika melalui medium yang berbeda.
9. Spektrum cahaya adalah deretan warna-warna pada cahaya matahari (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu).
10. Dispersi/ penguraian warna cahaya adalah peristiwa penguraian warna cahaya menjadi warna-warna penyusunnya. Pertama kali ditemukan oleh Isaac Newton.
11. Cahaya polikromatik adalah cahaya yang terdiri atas beberapa warna.
12. Cahaya monokromatik atau warna tunggal, contoh: merah, hijau, dan biru, sedangkan warna lain merupakan gabungan dari warna tersebut.
13. Kamu dapat melihat benda di sekitarmu karena ada cahaya yang mengenai benda dan kemudian memantul ke mata.
14. Pelangi terjadi karena cahaya matahari dibiaskan oleh butir-butir air hujan sehingga terurai menjadi beberapa warna.
15. Pelangi dapat dilihat jika kamu berdiri membelakangi matahari saat turun hujan.
16. Cahaya merupakan salah bentuk energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
17. Sifat-sifat cahaya dapat diterapkan dalam pembuatan periskop, kaca pembesar, kamera, mikroskop, teropong, overhead projector, LCD, dan kacamata.
18. Periskop digunakan untuk melihat benda-benda yang berada di balik suatu penghalang atau di atas pandangan mata.
19. Kaca pembesar/ lup/ suryakanta digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil agar tampak lebih besar dan jelas.
20. Mikroskop merupakan alat optik yang berguna untuk mengamati benda-benda renik, misalnya bakteri.

Bumi dan Alam Semesta

Bumi yang kamu tempati ini selalu berubah, tetapi proses perubahannya tidak dapat dirasakan. Pernahkah kamu membayangkan peristiwa alam yang ditimbulkan akibat proses perubahan bumi? Apa saja kegiatan manusia yang dapat memengaruhi bumi? Apa sajakah lapisan-lapisan penyusun bumi? Bagaimanakah proses pembentukan daur air di bumi berlangsung? Untuk dapat memahami semua proses tersebut, marilah simak uraian berikut ini, agar kelak pemahaman itu berguna untuk menjaga sumber daya alam dengan lebih bijaksana!

A. Proses Pembentukan Tanah

Pernahkah kamu melihat batu? Bagaimana warna, bentuk, dan kepadatannya? Batu ada yang berwarna abu-abu, putih, hitam, cokelat, merah, dan lain-lain. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang berbentuk bulat, panjang, atau lonjong, dan ada pula yang tidak beraturan. Sedangkan untuk kepadatannya ada yang lunak, keras, dan ada yang keras sekali. Sebenarnya apakah batuan itu? Agar kamu memahaminya, pelajari uraian berikut ini!

1. Batuan
Menurut proses pembentukannya, batuan dapat digolongkan atas tiga golongan, yaitu: batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf.
a. Batuan Beku Batuan beku terbentuk dari magma yang membeku. Batuan yang sudah ada di alam ini dapat berubah akibat pengaruh perubahan suhu dan pelapukan. Yang termasuk batuan beku, antara lain batu granit, batu basal, batu obsidian, dan batu apung.

b. Batuan Sedimen atau Batuan Endapan
Batuan endapan atau batuan sedimen merupakan batuan yang terjadi karena pelapukan dari batuan yang sudah ada. Yang termasuk batuan sedimen (endapan), antara lain batuan konglomerat, batuan breksi, batu pasir, batu serpih, dan batu kapur atau batu gamping.

c. Batuan Metamorf atau Batuan Malihan
Di lingkunganmu sehari-hari, pernahkah kamu melihat meja, patung, lantai atau hiasan lain yang terbuat dari marmer? Apakah pernah terpikir olehmu bahwa marmer juga termasuk batuan? Batu marmer berasal dari batu kapur yang mengalami perubahan bentuk. Perubahan bentuk batu marmer disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain karena suhu dan tekanan yang sangat tinggi, pengaruh air, dan perubahan kimia yang terjadi di dalam kerak bumi. Batuan yang mengalami perubahan bentuk disebut batuan metamorf. Yang termasuk batuan metamorf antara lain batu marmer (pualam), batu tulis, batu sabak, batu kuarsa, dan batu genes.

2. Pelapukan Batuan Membentuk Tanah
a. Pelapukan Fisika
b. Pelapukan Kimiawi
c. Pelapukan Biologi 

Jenis-Jenis Tanah
1. Tanah Berpasir
2. Tanah Berhumus
3. Tanah Liat
4. Tanah Berkapur


Struktur Bumi
1. Lapisan-Lapisan Bumi
a. Kerak Bumib. Mantel Bumi
c. Inti Bumi


Daur Air dan Pengaruhnya bagi Manusia 

Dalam kehidupan sehari-hari air sangat dibutuhkan oleh manusia. Bagaimanakah proses daur air terjadi? Apakah kegiatan manusia memengaruhinya? Mari kita pelajari daur air dan pengaruhnya bagi manusia! 1. Daur Air dan Pengaruhnya bagi Manusia Air merupakan salah satu unsur yang penting bagi manusia. Sebagian besar air terdapat di permukaan bumi. Air juga berada di dalam tanah yang disebut air tanah. Air tanah dapat diambil dengan membuat sumur bor atau artesis. Air yang berada di permukaan bumi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Sumber air itu dapat berupa sumber alami, seperti mata air, sungai, danau dan laut, serta sumber buatan seperti air PDAM, artesis, sumur pompa, dan waduk. Air dapat menjadi barang langka apabila terjadi musim kemarau atau ketika kita berada di padang pasir. Air juga dapat menjadi malapetaka bila berlebihan, karena mendatangkan banjir. Keberadaan air perlu dijaga agar daur air tetap berlangsung normal. Apakah manfaat air bagi manusia?

Dari manakah datangnya air? Mengapa air tidak kunjung habis, meskipun kita gunakan setiap hari? Air selalu ada di bumi, karena air mengalami daur (siklus). Daur air di alam merupakan rentetan perubahan wujud air yang terjadi terus-menerus dan berulang-ulang.

Air yang terkena sinar matahari akan menguap. Uap air tersebut akan naik ke angkasa, karena suhu di angkasa itu sangat dingin, maka suhu itu mengembunkan uap air menjadi titik-titik air. Kumpulan titik-titik air ini tampak sebagai awan. Tiupan angin yang membawa titik-titik air dari tempat lain membuat titik-titik air menjadi sangat banyak, sehingga awan tampak semakin menebal. Suhu yang semakin dingin membuat titik-titik air semakin besar dan berat hingga akhirnya jatuh ke bumi sebagai hujan. Air hujan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Air hujan ada yang meresap ke dalam tanah dan menjadi sumber mata air, ada pula yang di rawa-rawa, waduk, danau, dan laut.

2. Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Daur Air
Tahukah kamu penyebab terhambatnya siklus air? Tahukah pula apa dampak dari siklus air yang terganggu? Air hujan dapat membersihkan udara secara alami. Perhatikanlah, sehabis hujan biasanya udara terasa lebih bersih dan segar. Akan tetapi, air hujan ternyata juga dapat mengakibatkan kerusakan, apabila air hujan sudah sangat asam, yaitu yang disebut dengan hujan asam. Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan, tumbuhan, dan hewan yang dikenainya.

Hujan asam terjadi karena uap air dan gas-gas lain di udara bercampur dengan gas-gas beracun membentuk asam. Gas-gas beracun itu dikeluarkan sebagai gas buangan dari bahan bakar kendaraan bermotor dan mesin pabrik.

Manusia sering tidak mempedulikan dampak kegiatannya terhadap lingkungan. Penebangan liar misalnya, akan menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga tidak mampu menampung air. Pembuangan air limbah pabrik langsung ke sungai. Akibatnya, air menjadi tercemar, keseimbangan alam terganggu. Air yang tercemar dapat membunuh tumbuhan dan hewan air. Apabila daur air terganggu oleh perilaku manusia, maka akan timbul bencana alam yang merugikan manusia seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Penghematan Air

Peristiwa Alam yang Terjadi di Indonesia

Ada berbagai peristiwa alam yang terjadi di Indonesia. Peristiwa alam yang dapat disebut sebagai bencana itu, antara lain kebakaran hutan, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, angin topan, tsunami, banjir, dan semburan lumpur panas. Kejadian itu disebabkan oleh peristiwa alam. Peristiwa alam yang dapat kamu cegah antara lain banjir dan tanah longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain. Bencana alam sangat merugikan kehidupan makhluk hidup dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu dicari berbagai cara untuk mengantisipasi terjadinya bencana tersebut.

Banyak sekali peristiwa alam yang mendatangkan kepedihan. Uluran tangan dari semua pihak tentu sangat dibutuhkan guna meringankan beban penderitaan para korban bencana.

Pemerintah Indonesia telah membentuk Badan Meteorologi dan Geofisika, untuk dapat mengetahui peristiwa alam yang terjadi. Kemudian informasi itu diumumkan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengantisipasi apabila terjadi bencana alam.

Bencana alam yang terjadi hampir setiap tahun adalah banjir. Ada daerah tertentu yang sudah menjadi langganan banjir. Dampak yang ditimbulkannya tidak kecil. Banyak orang kehilangan harta benda, bahkan tidak jarang ada korban jiwa. Melihat dampak yang ditimbulkannya, maka perlu dicari cara mencegah banjir. Usaha yang dapat kita lakukan untuk mencegah banjir dan tanah longsor di antaranya sebagai berikut.

1. Selalu membuang sampah di tempat sampah. Jangan membuang sampah di sungai, selokan, atau saluran air lainnya.
2. Tidak mendirikan bangunan di sepanjang sungai. Hal ini dapat mempersempit sungai. 3. Melakukan penanaman pohon, khususnya di lereng bukit atau lahan miring lainnya. Dapat pula dibuat sengkedan (teras) agar tanah tidak longsor diterjang air hujan.
4. Pembuatan bendungan. Air yang dialirkan melalui bendungan dapat digunakan untuk irigasi, perikanan darat, pembangkit listrik, dan lainlain. Selain itu, lokasi di sekitar bendungan dapat dijadikan tempat rekreasi.

Kegiatan Manusia yang Dapat Mengubah Permukaan Bumi
Pernahkah kamu mendaki gunung? Setelah sampai ke puncak gunung, patutlah kita bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan alam yang sangat indah dan sumber daya alam yang ada. Indonesia kaya akan sumber daya alam, antara lain mineral, air, tumbuhan, hewan, dan sinar matahari.

Mineral adalah barang tambang yang tidak berasal dari makhluk hidup. Mineral dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu
1. mineral yang mengandung logam, dan
2. mineral yang tidak mengandung logam.

Mineral yang mengandung logam, antara lain aluminium, besi, emas, nikel, timah, dan tembaga. Mineral yang tidak mengandung logam, antara lain kapur, pasir, dan tanah liat.
1. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui dan yang Dapat Diperbarui

Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
a. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui artinya sumber daya alam yang akan habis jika digunakan terus-menerus, karena tidak ada penggantinya. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui antara lain barang tambang seperti minyak bumi (dapat disuling menghasilkan bensin, kerosin, vaselin, parafin, solar, oli, aspal, minyak tanah), batu bara, dan berbagai jenis logam (aluminium, besi, emas, perak, tembaga, nikel, dan lain-lain).

b. Sumber Daya Alam yang Dapat diperbarui Sumber daya alam yang dapat diperbarui artinya sumber daya yang dapat dibudidayakan dan tetap tersedia meskipun dipakai terus-menerus. Semua makhluk hidup termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui. Hewan dan tumbuhan merupakan contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui karena hasil perkembangbiakan akan menggantikan hewan dan tumbuhan yang telah ada. Air dan udara juga tidak akan habis karena mempunyai daur (siklus). Matahari merupakan sumber daya alam yang sangat besar dan tidak akan habis.

2. Cara Makhluk Hidup Menggunakan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam ada yang langsung dapat digunakan, ada pula yang tidak dapat langsung digunakan, tetapi harus diolah terlebih dahulu. Sumber daya alam yang dapat langsung digunakan seperti bahan asalnya seperti air, udara, dan sinar matahari. Air untuk mandi, udara langsung kita hirup, sinar matahari untuk menjemur pakaian.
Tumbuhan, hewan, bahan tambang, dan sinar matahari perlu kita usahakan atau kelola agar dapat kita gunakan. Tumbuhan dan hewan dipelihara dan dikembangbiakkan dalam bentuk pertanian/ perkebunan dan peternakan/ perikanan. Untuk memperoleh bahan tambang, manusia membuat penambangan.

Untuk mencukupi kebutuhan listrik, manusia membangun stasiun pembangkit tenaga listrik. Ada yang memanfaatkan air hingga berdirilah PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), ada juga yang memanfaatkan uap yang panas dari dalam bumi hingga berdirilah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Saat ini manusia juga membuat sel surya yang dapat mengubah energi sinar matahari menjadi listrik.

3. Kegiatan-Kegiatan Manusia yang Dapat Mengubah Permukaan Bumi
Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan kegiatan yang akan menimbulkan perubahan permukaan bumi. Perubahan yang ditimbulkan itu bisa berdampak baik dan bisa pula berdampak buruk bagi permukan bumi.

Perubahan yang dilakukan oleh manusia antara lain berbentuk pertanian, perkotaan, bahan bangunan, bendungan, dan pembuatan jalan. Apakah kamu dapat menyebutkan berbagai kegiatan lain yang mengubah bentuk permukaan bumi?
Pencemaran air dapat berasal dari limbah industri atau limbah rumah tangga. Gempa bumi adalah gerakan kulit bumi akibat adanya tenaga atau kekuatan di dalam bumi.



<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE