Black Love (Jung and Kim) XII


Abaya D Choco


Black Love (Jung and Kim) XII


Pukul 8 Jung masih tertidur pulas dikamar Seoyun, ia kelelahan karena hari ini pekerjaan mulai menumpuk dikantornya, dan selama beberapa jam ia melakukan obrolan dengan Seoyun yang tak pernah ada akhirnya.
“Jung… hei Jung…”
“aaaa?”
“Jung… hei.. bangun.. sekarang sudah pukul delapan.. kau tidak pulang?”
“hmmm..” Jung terlihat masih tertidur pulas dikasur yang empuk
“JUNG!!!” bentak Seoyun, mungkin hanya dengan cara ini Jung akan bangun dan segera berkemas untuk pulang
“Seoo… ada apa… aku masih tidur…”
“Ini sudah pukul delapan… Handphone mu berbunyi terus dari tadi… kau tidak mendengar?”
“ya…”
“HEI JUNG!!! SUDAH PUKUL DELAPAN!!! KIM MELEPONMU!!!”
“APA!!!” akhirnya Jung terbangun juga
“huuufftt… susah sekali membangunkanmu Jung…”
“Kim? Mana?”
“Ayo cepat mandi… lalu pulang.. Kim sudah mencarimu.. dia menelponmu berkali-kali.. aku tak berani menerima teleponnya” kata Seoyun sambil menuntun Jung yang setengah tidur ke kamar mandi.
“hmm terima kasih Seoyun…”
Beberapa saat setelah Jung mandi.. Seoyun terlihat di dapur menyiapkan makan malam.
“Seoyun terima kasih… tapi kenapa baru tadi kau bangunkan aku…?”
“tidurmu pulas sekali.. aku tidak tega membangunkanmu…”
“ooh.. aku pulang dulu ya…”
“Jung.. makanlah sebentar saja…”
“tidak bisa… Kim pasti menungguku..”
“oh iya ya.. ya sudah hati-hati” kata Seoyun sambil mengantarkan Jung sampai ke halaman depan rumahnya
“Brrr… dingin sekali.. aku pulang Seoyun.. terima kasih ya tumpangannya hehehe”
“Aku yang harus banyak berterima kasih padamu”
“hmm.. sampai jumpa lain waktu”
“Bye.. Seo… hati-hati dirumah ya”
Jung melangkah dalam gelapnya malam, Dia berhenti dihalte bis, dibacanya papan jadwal kedatangan bis, rupanya bis terakhir datang jam 12 malam, ia masih punya kesempatan pulang ke apartemen sebelum jam 11 malam.
***
Sesampainya di depan apartemen. Ternyata Kim sudah menunggu ditengah salju yang turun begitu derasnya.
“Kim…” sapa Jung ringan namun begitu hangat.. dilihatnya Kim sudah tertidur di kursi taman depan Apartemen. Dipegangnya tangan Kim yang mulai memanas karena demam
“Kim… hei… Kim.. bangun lah.. ini Jung…” panggil Jung lembut yang penuh kekhawatiran
“Jung…”
“Iya Kim.. ini aku… Ayo.. kita kedalam…”
“Hmm… kenapa lama sekali Jung…” bisik Kim lirih
“Apa?”
“Kenapa lama sekali…”
“maaf Kim.. aku tertidur di rumah Seoyun tadi, kami lama sekali membicarakan ini itu sampai lupa waktu”
“Kau bisa menuntunku kedalam… aku pusing sekali…”
“Ayo Kim.. letakkan tanganmu dipunggungku… kita kedalam sekarang.. up!.ss”
Dengan bantuan Jung, akhirnya Kim bisa masuk ke ruang apartemennya. Badannya semakin panas karena terlalu lama menunggu diluar. Jung ingin mengambilkan kompres agar panasnya semakin turun..
“Jung..”kata Kim tangannya mengenggam tangan Jung dengan kuat
“Kuambilkan kompres ya.. kau sepertinya demam Kim”
“tidak… aku hanya ingin kau disini…” bisik Kim lirih
“…”
“kau… tahu.. aku menunggumu disana… aku tidak bisa kesepian Jung…  aku.. tak bisa terlalu lama jauh darimu..“
“Kim.. kau kan biasa sendiri di Apartementmu yang sebelumnya”
“Tapi,,, entah mengapa sekarang.. aku tidak bisa terlalu lama sendiri…”
“Maaf Kim.. tadi Seoyun tak berani membangunkanku jadi ia membiarkanku tidur sampai malam.. aku ingin cepat-cepat pulang… karena kau pasti menungguku..”
“tidak apa… aku tak menyalahkan siapa-siapa… kalau saja aku tahu rumah Seoyun dimana… aku pasti kesana…”
“Kim.. kau panasmu semakin tinggi.. aku ambilkan kompres ya… sebentar… saja..”
“Jangan.. tetap disini saja…”
“…”
“jangan… tetaplah disini saja”
“tapi badanmu semakin panas… demammu semakin parah”
“Biarkan aku tidur sambil menggenggam tanganmu..”
“Kim… kau manja sekali sih”
“ya…”
“Jangan pernah menungguku diluar lagi ya…”
“hmmm…”
“Jangan pernah sakit karena aku”
“…”
“Tidurlah sayangku… aku akan berjaga didekatmu”
“Jung…”
Digenggamnya tangan Jung yang mungil itu.. lalu Kim.. tertidur disampingnya. Lama setelah itu Kim.. semakin terlelap dalam tidurnya. Sedangkan Jung.. masih menikmati hangatnya tangan Kim.. dan memandang wajahnya.. yang semakin membuatnya semakin mencintainya
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Karya Ayuna Kusuma ^_^

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE