Penyusunan Menu Lansia

Penyusunan menu pada lansia harus tetap berpedoman pada Pedoman umum gizi seimbang. Menu yang disusun harus memperahatikan persyaratan tertentu yang telah kita bahas sebelumnya. Beberapa penyakit yang diderita sebagian lansia harus menjadi pertimbangan dalam menyusun menu mereka. Beberapa bahan makanan yang dianjurkan dan bahan makanan yang harus dihindari menjadi pertimbangan bagi kita dalam memilih bahan makanan sebagai bahan utama menu mereka.
Penyususnan menu pada lansia lebih komplek dan membutuhkan perhatian khusus. Hal ini disebabkan karena pada masa lansia bebrapa penyakit dapat terjadi pada lansia, dan bahkan sering muncul sebagai komplikasi. Diantara beberapa penyakit yang sering muncul adalah remati, konstipasi (susah buang air besar), hipertensi dan beberapa penyakit degeneratif lainnya.

Contoh Menu 1 Lansia Selama Satu Hari
Waktu Menu Porsi per menu (gram)
Pagi Bubur manado 100
Susu non fat 20
Jam 10.00 Jus buah-buahan 100
Makan Siang/ malam
Nasi putih 100
Ikan mas bumbu acar 50
Tom yam gung 50
Cah kangkung dan 150

tempe
Jus pepaya 100
Jam 16.00 Bubur ketan hitam 100


Contoh menu 2 bagi lansia
Waktu Menu Porsi per menu (gram)
Pagi Havermut crispi tabur buah 100
Susu non fat 20
Jam 10.00 Muffin jangung 100
Jus tomat strawberry 100
Makan Siang/ malam
Nasi putih 100
Sup bakso ikan 50
Pepes tempe jamur 50
Selada padang 100
Jus jeruk 100
Jam 16.00 Puding jagung kelapa muda 100


Susunan menu bagi lansia memang harus kita perhatikan khusus, sama halnya dengan menu bagi bayi dan balita. Menu untuk mereka harus lebih banyak mengandung cairan dengan porsi yang lebh sedikit. Bagi lansia porsi makanan mereka lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa. Namun frekuensi makan mereka dapat diberikan lebih sering. Cairan dibutuhkan bagi lansia untuk mengurangi terjadinya dehidrasi akibat penurunan jumlah sel dalam tubuh. Sebagaimana diketahui sel mengandung cairan intra dan ekstraseluler. Semakin bertambah usia manula, maka jumlah sel dalam tubuh berkurang dan menyusut, hal inilah yang menyebabkan terjadi penurunan jumlah cairan dalam tubuh. Jik terjadi kekurangan cairan, salah satu akibat yang paling cepat dialami lansia adalah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar.


<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE