Istilah-itilah mengenai pedalangan

Abdi dalem : Pegawai kraton
Ada-ada : Vokal dalang yang menggambarkan suasana marah, semangat, tegang.
Adi luhung : Bernilai tinggi
Andupara : Aneh
Antawacana : Dialog dalam wayang kulit
Ayak : Salah satu bentuk gending Jawatimuran dan Jawatengahan
Babon : induk
Bendhengan : Vokal dalang yang menggambarkan suasana tegang, semangat dan marah.
Blarak : Daun kelapa
Blencong : Lampu penerang wayang kulit
Budalan : Adegan yang menggambarkan persiapan prajurit yang akan berangkat ke medan laga
Budri : Tatahan bentuk bulu seperti yang terdapat pada kumis, dada, tangan dan kaki
Buka : Bagian pembukaan gending
Brubuh : Adegan perang yang terletak di akhir cerita
Cerita Carangan : Cerita yang dikarang sendiri berdasarkan cerita baku
Cempala : Alat pemukul kotak wayang
Cempurit : Tangkai wayang yang terbuat dari tanduk kerbau
Deformasi : Perubahan bentuk
Dhodhogan : Sasmita dalang yang diawali dengan
Diprada : Dilapisi kertas emas
Di labuh : Dihanyutkan di laut
Disimping : Dijajarkan pada layar sebelah kanan dan kiri pukulan cempala ke kotak
Drojogan : Gawang untuk membentangkan kelir bagian atas
Emas-emasan : Jenis tatahan yang menyerupai bentuk emas
Gabahan : Bentuk mata seperti buah padi
Gadhingan : Salah bentuk gending Jawatimuran untuk mengiringi adegan pocapan
Gagahan : Gending yang disajikan sebelum pertunjukan di mulai
Gagrag : Gaya
Gamelan : Musik tradisional Jawa
Gapit : Tangkai pada wayang,
Gapuran : Adegan keputren setelah bedholan
Geger : Huru-hara, kerusuhan, kacau
Gelung cupit urang : Bentuk rambut pada wayang
Gemblung : Edan atau gila.
Gending : Deretan nada-nada yang sudah tersusun alur melodi musikalnya.
Gubahan : Jenis tatahan yang menyerupai bentuk hajat
Hoyan Jelaga : Kerak dari asap lampu/dian yang menggumpal dan menempel pada
Inggah : Bagian gending yang memunyai suasana sigrak, pernes dan lincah
Jagadan : Layar tempat memainkan wayang
Jagong : Menghadiri perhelatan/orang punya hajatan
Jamang : Ikat kepala
Jangkahan : Bentuk kaki lebar seperti sedang melangkah
Jangkang : Kulit bagian luar buah kepuh
Jek Dong : Nama lain wayang Jawatimuran
Katongan : Raja-raja
Kempyang : Bagian sisi kendang yang ukurannya lebih kecil
Keprakaan : Suara lempengan logam yang digantungkan pada kotak wayang
Ketawang : Salah satu bentuk gending yang satu gongan ada 18 sabetan balungan
Kombangan : Vokal singkat yang membaur dalam gending.
Kontemplatif : Mengalir
Krucilan : Salah satu bentuk gending Jawatimuran
Ladrang : Salah satu bentuk gending Jawatengahan yang satu gongan terdiri 32 sabetan balungan.
Lakon : Cerita yang dimainkan dalam wayang kulit
Lelana : Mengembara
Langse : Tirai yang terbelah di tengah sebagai pintu
Lanyap : Posisi dan bentuk wajah yang mendongak ke atas
Laras : Susunan nada dalam satu oktaf yang sudah terstentu tinggi rendah nadanya dan tata intervalnya.
Londho : Air yang telah disaring dari percampuran dengan abu hasil pembakaran jangkan
Luruh : Posisi dan bentuk wajah menunduk
Manggaran : Bagian pangkal sarung keris yang berbentuk melengkung pada satu sisi sedangkan sisi lain berbentuk lancip
Mbok-mbokan / Merong : Bagian gending yang mempunyai suasana agung
Mocopatan : Membaca buku babad yang berbentuk tembang
Mungkur : Berbalik menghadap ke belakang
Nggoleki : Mencari
Niyaga : Penabuh gamelan
Nyantrik : Berguru kepada seorang ahli
Ompak : Bagian gending yang digunakan untuk jembatan dari merong ke inggah
Pakem : Patokan
Panakawan : Tokoh pembantu, rakyat kecil, yang selalu mengikuti tokoh Ksatria
Pathet : Batas atau garis diperuntukan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan dibunyikannya gending.
Pelungan : Vokal dalang yang dilagukan dan membarung dalam gending Ganda Kusuma dalam Pedalangan Jawatimuran.
.Pathetan : Vokal dalang yang menggambarkan suasana tenang, agung, damai.
Pendhapa : Rumah besar tanpa pintu
Pocapan : Pengucapan cerita oleh ki dalang
Pringgitan : Ruang khusus untuk pementasan wayang
Ringgit : Wayang
Ruwatan : Salah satu ceritera dalam pedalangan yang berisi ritual pembebasan sukerta seseorang
Sajen : Salah satu perlengkapan yang berisi beras ketan, kelapa, pisang, benang lawe yang ditaruh didepan dalang
Samar : Kabur, remang, tidak jelas
Senthong : Ruang
Sendhon : Vokal dalang yang menggambarkan suasana sendu, sedih, melankolis.
Senggakan : Vokal oleh wirasuara dalam suasana riang.
Sesek : Salah satu bentuk penyajian irama dalam garap gending
Singgasana : Tempat duduk/kursi raja
Sisikan : Menghaluskan tatahan pada bagian pinggir/tepi
Slanggan : Gedebok untuk wayang klithik, terbuat dari bambu atau kayu yang diberi lubang sebesar tangkai wayang tersebut.
Sronen : Instrumen tiup / terompet. Sronen juga berarti sutu perangkat gamelan untuk kerapan sapi.
Sumping : Hiasan yang terletak di atas daun telinga
Suwuk : Bagian akhir gending
Tembang : nyanyi
Uncal kencana : Kelengkapan pakaian berupa tali yang pada bagian ujung diberi semacam pemberat terbuat dari logam
Uncal wastra : Kain selendang/sampur
Untu Walang : Jenis tatahan yang menyerupai gigi belalang, berderet berbentuk kotak kecil-kecil
Wanda : Penggambaran karakter
Wayang padhat : Salah satu bentuk kemasan pedalangan yamg meringkas pedalangan semalam menjadi kurang lebih satu jam

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE