Metode Perbaikan Body



 Semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor dan tidak seimbangannya pembangunan jalan raya, maka kini kemungkinan mobil mengalami kerusakan bodi akibat saling tabrak dan saling bersenggolan semakin sering terjadi. Oleh karena itu, kompetensi siswa SMK untuk perbaikan bodi dan cat semakin dibutuhkan. Selain didukung dengan fasilitas yang memadai, teknik perbaikan bodi juga perlu dipelajari sehingga kualitas pekerjaan perbaikan bodi kendaraan akan semakin baik.
 Dengan teknisi muda yang dididik melalui pendidikan secara benar dan sistematik, diharapkan dapat dihasilkan lulusan/ mekanik yang berkualitas dalam hal perbaikan bodi dan pengecatan.
 Banyak kebiasaan lama yang salah kini malah dikoreksi oleh system dan teknologi baru. Sebagai contoh, dulu bila ada bagian bodi yang penyot maka pelat dibagian tersebut dipanas sampai merah, disiram air dingin dan kemudian akan diketok agar bentuknya pulih mendekati aslinya. Dengan cara ini diharapan ketika didempul, dempulnya tidak terlalu tebal. Permukaan pelat bodi memang pulih dan lapisan dempul tipis, akan tetapi pelat yang panas ternyata rusak dan akhirnya mudah menjadi karat.
 Dengan menggunakan teknologi maju, maka pelat tidak dipanasi lagi. Permukaan pelat yang penyot diperbaiki dengan menggunakan dasar seperti palu dan dolly, peralatan hidrolik dan sebagainya. Untuk memperbaiki bagian yang rusak akibat tabrakan, kini teknisi lebih banyak menggunakan ketok dan tarik tanpa pemanasan. Hasilnya, selain kekuatan pelat tidak berubah permukaan catpun menjadi lebih cemerlang.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE