Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat Olah Tubuh



 Perlu kita ketahui di sini bahwa aktivitas manusia pada dasarnya terbatas pada ruang, waktu dan tenaga. Hal ini terjadi karena sepanjang kehidupannya manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkan istirahat, makan-minum, dan memanfaatkan waktu luang dalam aktivitas di luar kebiasaan yang setiap harus dilakukan.
 Berbagai aktivitas kegiatan manusia dilakukan melalui berbagai macam bentuk, tujuan dan hasil yang ingin dicapai oleh masing-masing manusia yang bersangkutan. Dengan itu manusia membutuhkan penyesuaian terhadap masalah klasik di atas yakni tenaga, ruang, dan waktu.
 Organ tubuh manusia baik yang berbentuk ideal maupun berbagai kekurangan yang ada, sebaiknya dalam melakukan segala aktivitas disesuaikan dengan konstruk tubuh yang dimiliki. Jumlah dan takaran yang dilakukan dapat diinventaris berupa aktivitas yang berhubungan langsung untuk membangun dan membentuk tubuh agar ideal. Oleh sebab itu, skala prioritas yang dibutuhkan adalah perhatian yang serius manakala aktivitas yang dilakukan tersebut tepat sasaran yang diharapkan, serta mengacu kepada jumlah dan takaran yang sebaiknya ditentukan secara benar.
 Tujuan kita melakukan olah tubuh adalah memperoleh kesegaran dan kebugaran hakiki atas berbagai bentuk dan strategi sasaran latihan yang diterapkan. Bentuk pelatihan yang harus dijalani sesuai jumlah dan takaran yang diberikan. Dengan demikian tujuan utama melakukan olah tubuh adalah membangun tubuh yang sehat, membentuk tubuh yang ideal, menempatkan aktivitas olah tubuh sebagai bentuk keseimbangan aktivitas yang memenuhi kesehatan jasmani dan rokhani secara imbang dan memenuhi standar kualitas kesehatan.
 Tujuan melakukan pembentukan tubuh melalui perangkat olah tubuh adalah membentuk tubuh agar serasi, ideal, dan sehat lahir dan batin. Olah tubuh ditujukan untuk memberikan bentuk latihan dan kebiasaan yang dilakukan dalam rangka membangun fisik secara sehat.
 Manusia melakukan aktivitasnya dengan bergerak. Seperti banyak diketahui, bahwa di dalam melakukan olah tubuh, menari, dan senam seseorang tidak dapat mengontrol pernafasan yang dilakukan. Pada akibatnya, pernafasan yang dilakukan menimbulkan kelelahan, hingga tidak tertutup kemungkinan
timbulnya tidak sadarkan diri. Secara garis besar, gerakan yang dilakukan seseorang menggunakan pernafasan baik secara teratur maupun tidak teratur. Unsur utama kesehatan pada dasarnya adalah melakukan bentuk pernafasan yang baik dan benar. Pelatihan menyangkut pernafasan dapat dilakukan dengan melalui cara-cara yang sehat dan teknik melakukan yang benar. Oleh sebab itu, di sini diperlukan adanya cara-cara melakukan pernafasan secara benar dengan melalui sikap dan kebiasaan yang dianjurkan oleh kesehatan.
 Pernafasan yang baik dan benar dilakukan dengan cara merekonstruksi organ tubuh dan sistem pernafasan yang teratur. Dengan demikian teknis dan alur bernafas yang dilakukan membawa manfaat yang benar-benar diharapkan. Mekanisme pernafasan adalah untuk menerima dan menghirup oksigen pada saat menarik nafas untuk diedarkan ke seluruh tubuh, kemudian mengeluarkan zat asam arang keluar tubuh adalah sistema pernafasan yang setiap saat dan setiap hari selagi manusia masih hidup terus menerus dilakukan. Kebiasaan memperhatikan pentingnya pernafasan dan pengaturan nafas dalam melakukan aktivitas olah tubuh, menari maupun melakukan senam. Kecenderungan menunjukan bahwa faktor gerak lebih dipentingkan hubungannya dengan artistiknya saja, bukan pada kepentingan penggunaan pernafasan kaitannya dengan intensitas gerak, kualitas gerak, dan gerakan terjaga dengan baik.
 Pernafasan dalam melakukan olah tubuh harus teratur dan diatur secara baik. Tingkat kesulitan gerak olah tubuh hendaknya diikuti dengan pengaturan nafas yang baik, sehingga gerakan dapat dilakukan secara sempurna dan gerakan dapat dihayati dengan baik pula. Oleh sebab itu, di sini perlu kerangka konsep tentang gerakan seperti apa harus menggunakan teknik pernafasan separti apa, begitu sebaliknya, gerakan yang sesuai dengan pola melakukan pernafasan menjadi tujuan untuk dapat melakukan gerakan sesuai tujuan pernafasan.
 Teknik yang diberikan berdasarkan porsi energi yang akan diperoleh secara baik, sehingga kita tidak masuk perangkap bahwa keterhubungan antara teknik. Gerakan dengan melalui pemanfaatan sistema dan penggunaan sistema pernafasan harus diatur sedemikian rupa, sehingga karena larut malam maka gerakan energis yang telah dikeluarkan disimpan oleh tubuh, akibat seburuk apapun faktor kelelahan harus turun.
 Selanjutnya, perlu diantisipasi bahwa teknik pernafasan seperti apa yang harus dikembangkan, maka cara melakukan pernafasan menjadi tujuan. Pernafasan adalah cara mengatur nafas selaras dengan cara melakukan gerak secara sesuai. Oleh sebab itu, pernafasan yang baik dalam olah tubuh adalah melakukan pernafasan yang mampu mendatangkan manfaat bagi gerak tubuh, ketahanan tubuh, kelenturan serta keserasian gerakan dapat dihayati. Teknik pernafasan sebenarnya merupakan pertukaran gas O2 dan CO2. Proses ganda yang terjadi di dalam gas didalamnya jaringan pernafasan dalam dan pernafasan luar terkordinasi secara baik.
 Pengertian tentang pernafasan merupakan proses menghirup udara ke dalam tubuh adalah mengisi O2 (oksigen) ke dalam paru-paru melalui udara, sehingga tubuh terisi persediaan O2 dengan CO2(korban dioksida). Hal ini secara otomatis menjadi suatu proses bersenyawanya O2, C(Carbon) dalam jeringan. Proses ini pada dasarnya dapat diidentifikasi berupa proses metabolisme tentang sifat dan sikap melakukan penarikan  ini dalam proses yang terus menerus, sehingga darah kita tetap bersih dari berbagai racun tubuh dan sel-sel yang mengganggu dalam tubuh kita. Apabila terjadi kondisi yang kurang menguntungkan, maha proses aliran pernafasan-penghirupan dan pembuangan-pengeluaran oksigen (O2) dan asam arang (CO2) apabila terjadi gangguan dapat diperbaiki serta diberikan energi agar intensitas gerak kita dapat terjamin kekuatannya. Melalui penjelasan di atas dapat diketahui, untuk lebih mengetahui cara-cara yang baik untuk berolah tubuh, menari, dan melakukan senam harus memperhatikan cara-cara pernafasan. Seperti telah disinggung di atas, pernafasan yang teratur berarti pernafasan secara wajar, yang dilakukan tanpa beban dalam kaitan dengan kegiatan keseharian maupun melakukan olah raga berat. Jenis pernafasan ini cenderung kepada aktivitas istirahat, jalan biasa, serta aktivitas sehari-hari.
 Pernafasan jenis yang tidak teratur dilakukan melalui kegiatan yang tidak biasanya. Aktivitas yang digunakan dalam bentuk kegiatan yang memiliki beban. Contohnya pada setiap habis melakukan olahraga, maraton, sprint, terkejut, serta banyak contoh lagi.
 Untuk memperhatikan semua aktivitas kegiatan yang dilakukan hubungannya dengan pernafasan adalah olah tubuh, menari dan gerak senam. Di sisi banyak orang kurang nafas, mengeluarkan, dan melepas, dan membuang CO2 dan H2O yang tidak didukung banyak orang adalah bahwa Aktivitas olah tubuh yang terlatih sejak awal dengan melakukan pernafasan teratur ke dalam sistem pernafasan yang baik dan sehat. Kelenturan tubuh prima berawal dari melatih anggota gerak tubuh bagian atas, tengah, dan bawah baik secara terpisah maupun terkordinasi melalui pengaturan sirkulasi udara dan keteraturan gerak tubuh agar tercapai sinkronisasi gerak anggota tubuh secara tepat dan benar. Selanjutnya, keseimbangan fisik dan mental menjadi target yang pantas dalam membiasakan perilaku hidup dan menjaga serta mengatur kesehatan tubuh menjadi terlatih-trampil dan terbiasa.
 Apabila hal ini menjadi kenyataan, niscaya bagaimana kita dapat memposisikan diri dengan melalui latihan yang teratur, kebiasaan yang sehat hingga menetapkan porsi latihan yang tepat maka badan kita menjadi sehat benar. Kondisi ini perlu diimbangi dengan pembiasaan makan dan minum yang dianjurkan olah kesehatan agar konstat yang dipenuhi secara tepat dapat mendatangkan manfaat yang positif. Hal ini menjadi dambaan bagi semua orang yang membutuhkan sehat dan kebugaran serta kenikmatan hidup yang mensejahterakan. Adapun proses pernafasan pada dasarnya memiliki tujuan antara lain yaitu :
- Pembiasaan bernafas teratur dan melalui berbagai aktivitas yang seberat apapun kita dapat melakukan secara energis dan dalam situasi yang tepat benar.
- Melalui sistema pernafasan yang dianjurkan, kita harus memahami proses terjadinya pernafasan serta pengaruh yang timbul terhadap rangsang otot-otot pada organ pernafasan secara dini, dengan itu pembiasaan melakukan pernafasan yang baik harus diterapkan.
- Penghirupan oksigen secara teratur dan membuang carbon dioksida atau zat asam arang yang tidak dibutuhkan tubuh kita pada lingkungan yang sehat dan hijau.
- Membiasaan teksion-dan relaktension terhadap organ tubuh pernafasan sehingga dapat melatih kekuatan dan kebiasaan otot organ pernafasan kita menjadi sempurna.
- Mengkordinasikan para-paru, jantung dan katup anak tekak agar tetap sehat melalui sistema pernafasan yang teratur dan terbiasa pada lingkungan yang bersih dan terjaga, sehingga kita dapat menetralisir racun-racun tubuh dan organ pernafasan menjadi kuat dan tahan imunitas.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE