Kunci Nada Pada Musik



Kunci
 Tanda kunci (Inggris: key signature) berbeda dengan kunci (clef),digunakan untuk menunjukkan skala nada yang berbeda-beda. Tanda kunci selalu ditempatkan di setiap awal garis paranada (bukan hanya di awal lagu) dalam bentuk susunan aksidental kres dan mol. Khusus untuk skala C mayor tidak diperlukan tanda kunci sedangkan untuk yang lainnya menggunakan 1 hingga 7 tanda aksidental baik kres maupun mol. Penggunaan aksidental sebagai tanda kunci tidak bisa dicampur antara kres dan mol. Misalnya, untuk skala A mayor hanya menggunakan susunan 3 kres sedangkan skala Bes mayor hanya menggunakan susunan 3 mol. Dengan demikian tidak ada tanda mula yang menggunakan kombinasi kres dan mol.
 Satu tanda kunci mengakomodasi pasangan dua pola skala (mayor dan minor) karena skala minor berasal dari skala mayor. Dengan demikian skala C mayor dan A minor sama-sama menggunakan tanda mula nol kres maupun nol mol atau tidak menggunakan simbol tanda kunci. Sehubungan dengan itu kedua skala tersebut bersaudara arau dalam istilah teori musik disebut memiliki hubungan “relatif” dan oleh karenanya tinggal di dalam satu tanda kunci sebagai “rumah” mereka.  Petunjuk nada-nada yang harus dinaikkan atau diturunkan diekspresikan oleh jumlah kres dan mol pada tanda mula. Masing-masing tanda aksidental pada tanda mula hanya ditulis dalam satu garis atau spasi saja guna mewakili nada yang harus dinaik-turunkan. Misalnya pada kunci atau skala G mayor tanda mula satu kres hanya ditulis di depan nada F pada garis teratas paranada saja. Walaupun demikian bukan hanya F tersebut yang dinaikkan menjadi Fis namun seluruh F pada oktaf-oktaf di bawah dan diatasnya juga otomatis menjadi Fis. Sehubungan dengan itu cara penulisan tanda-tanda aksidental pada garis paranada tidak dapat dibuat semaunya melainkan ada urutan yang baku sebagaimana tampak pada ilustrasi berikut ini.
 Susunan nada dasar baru yang menggunakan tanda kunci beraksidental kres dengan sendirinya
sama dengan susunan skala, yaitu senantiasa mulai dari nada yang kelima. Urut-urutan nada dasar atau skala semacam itu biasa juga disebut dengfan istilah “lingkaran kwint” atau “fifth circle”. Sementara itu urut-urutan nada dasar dan tanda kunci yang menggunakan aksidental mol disebut “lingkaran kwart” atau “fourth circle”.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE