Kontrapung Musik



Kontrapung
 Di samping harmoni ada teknik komposisi yang tidak kalah pentingnya yaitu kontrapung atau dalam bahasa Inggris disebut counterpoint. Jika harmoni menekankan melodi pokok dan iringannya sedangkan maka pada kontrapung, beberapa melodi dimainkan secara bersamaan. Dengan demikian jika beberapa melodi dinyanyikan bersamaan dengan efek-efek harmonis yang dapat diterima maka kita memperoleh kesan kontrapung.
 Kontrapung dapat didefinisikan sebagai seni mengkombinasikan melodi. Dalam konteks yang lebih luas kita dapat membedakan antara gaya homofoni denga kontrapungtis. Gaya homofonik pada dasarnya bersifat akor (chordal) yang umumnya tampak pada berbagai lagu himne sebagai contoh bentuk yang paling sederhana. Pada model tersebut lagu diringi oleh akor-akor dasar atau sederhana. Di samping itu juga biasa terdapat pada grekan-gerakan satabande pada suite abad ke-18. Dalam penulisan kontrapung juga terdapat basis logika akor, tapi bagian-bagian suaranya memiliki alur melodi yang berdiri sendiri. Sebagai contoh yang sederhana ialah kontrapung pada karya-karya Two-part Invention Bach.
 Alur melodi suara bassnya sama menariknya dengan melodi pada suara atas. Demikian pula pada karya-karya Gigue dari French Suite No. 5 Bach, yang menerapkan kontrapung tiga suara yang berjalan bersama. Penulis kontrapung yang terkenal di antaranya ialah Bach dan Handel. Walaupun Bach kadang-kadang mencoba menggunakan konsep homofonis namun kesan kontrapungnya tetap tidak bisa hilang. Gaya kontrapung juga seringkali menerapkan teknik-teknik imitasi, bahkan ada yang secara berlebihan mengatakan bahwa imitasi adalah darah kehidupan kontrapung. Dalam kenyataanya imitasi adalah teknik yang jauh lebih ringan dari yang diperkirakan banyak orang. Teknik kontrapung banyak diterapkan dalam karya-karya solo instrumental, khususnya piano. Walaupun demikian terdapat juga untuk karya-karya solo gitar, dan bahkan untuk solo instrumen gesek seperti biola dan cello. Contoh kontrapung tiga suara di bawah ini dikutip dari Prelude, Fugue, and Allegro BWV 998, untuk keyboard karya J.S. Bach.
 Walaupun pada dasarnya kontrapung ialah paling tidak terjadi dari perpaduan dua melodi, namun efek kontrapung juga bisa diterapkan pada alur melodi tunggal, yaitu dengan teknik imitasi. Model kontrapunf seperti ini dapat dijumpai pada karya-karya Bach, baik untuk permainan biola maupun cello tanpa iringan. Berikut ini ialah Prelude dari Cello Suite No. 1 dalam C mayor, yang telah ditranskrip untuk notasi gitar dalam D mayor.
 Pada baris pertama setidaknya tersirat adanya dua alur melodi. Melodi pertama (suara atas) dalam nada-nada seperenambelas (semi quaver) sedangkan alur melodi kedua tersusun dari skala D mayor menurun, mulai dari dominan (lihat nada-nada yang dilingkari). Untuk baris kedua (dari birama 31) walaupun dalam kenyataannya tertulis dalam semi quaver tersirat adanya kesan melodi dalam nada-nada quaver pada alur suara kedua yang diiringi nada-nada tinggi yang monoton pada alur suara pertama.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE