Kesiapan Tubuh dan Pengolahan Otot



 Dalam bagian yang mempelajari anatomi, ilmu urai yang mempelajari suatu bangun atau bentuk dengan uraian-uraian ke bagian–bagian yang melandasinya. Ilmu urai gerak dapat dibagi ke dalam alat gerak pasif dan alat gerak aktif yakni otot-otot tubuh kita.
 Kita diharapkan mempelajari sifat-sifat jaringan otot. Jaringan otot memiliki daya elastisiteas (pegas daya kerut, dan daya ulur. Daya pegas atau elastisitas dan daya kerut yang dimiliki satu jaringan otot menyebabkan otot bersifat elastis. Apabila kekuatan daya elasitas terhenti, maka otot yang bersangkutan akan kembali pada keadaan panjang semula. Menurut beberapa penelitian yang pernah dilakukan, otot dapat mengkerut hingga setengah panjang normalnya. Panjang serabut otot yang dapat mengkerut struktur otot akann mempengaruhi tingkat kependekannya.
 Perbedaan struktur susunan otot yang melekat pada sendi atau tulang membedakan tingkat klasifikasi kemampuan mendatangkan enersi agar mampu bergerak khususnya di dalam rangka. Dengan demikian apabila terjadi peregangan, maka kontraksi otot akan cepat kembali semula. Kemampuan otot untuk mengkerut dan meregang mampu menghadirkan enersi terutama untuk memenuhi kebutuhan gerak, dengan itu kapasitas gerak yang mampu dikembangkan oleh otot dalam menjelajah intensitas gerak yang mampu dilakukan menjadi bentuktersendiri ketahanan, kelenturan , dan intensitas otot dalam menghadirkan sumber gerakan. Dalam upaya menyusun ragam-ragam gerak secara utuh harus dikordinasikan antar anggota gerak dengan anggota gerak lainnya. Elemen gerak yang mampu dengan cara menyusun pola dan kordinasi gerak, maka gerakan yang timbul menjadi gugus gerakan yang terangkai secara alami. Menurut pengolahan elemen-elemen dasar maka pola gerak dapat terangkai melalui kordinasi.
 Untuk keperluan olah tubuh, tubuh sebagai alat gerak. Gerakan-gerakan tertentu dapat dikembangkan melalui gerak-gerak dasar tubuh secara teknis. Kemampuan dan kelenturan yang dapat dilakukan bergantung dari kebiasaan, ketepatan, dan rangsang gerak yang sering digunakan secara intensif.
 Elemen gerak dipelajari dalam bentuk ragam-ragam gerak pada suatu tarian. Pada pengetahuan olah tubuh, gerak dilakukan berdasarkan rangsang gerak baik yang datang dari otot tak sadar yang disebut otot badan. Jaringan otot yang membentuk alat gerak kita bersifat aktif. Otot tersebut merupakan pembawa kontraksi yang sangat besar.
 Pembawa kemungkina gerak dimaksud disebut miofibril yang terdasap di dalam sel-sel otot yang dibedakan menjadi 3 yakni otot polos merupakan otot pembelah yang bertugas mempertahankan kontraksi. Otot sarang lintang membentuk otot yang cepat kontraksinya. Kerja otot ini bekerja menurut kemauan kita. Otot jantung membentuk jaringan jantung, dan merupakan media diantara otot polos dan otot badan.
 Untuk mempertegas bahwa elemen gerak yang digunakan untuk pendorong aktifnya otot dalam memberikan aset intensitas gerak, perlu dipelajari elemen gerak yang ada hubungannya dengan elemen gerak pada sikap dasar badan kita kaitannya dengan latihan olah tubuh. Elemen dasar yang perlu diketahui untuk kepentingan olah tubuh sebagai berikut adalah Sikap Jongkok, Nungging, Kangkang, Jinjit, dan duduk serta tiduran.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE