Hubungan Tabel Periodik Dengan Konfigurasi Elektron



1. Elektron Valensi
 Telah kita bahas bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi kenaikan nomor atomnya, dan kita juga sudah bahas bahwa pembeda dari suatu unsur terhadap unsur lainnya adalah elektron valensi. Atas dasar ini kita bisa melihat sifat tersebut.
 Elektron valensi adalah elektron yang berada pada orbital terluar dan elektron ini yang berperan untuk melakukan interaksi. Bahwa jumlah elektron valensi meningkat naik dari kiri kekanan, elektron valensi pada golongan IA adalah s1, meningkat pada golongan IIA menjadi s2, demikian pula pada golongan IIIA meningkat menjadi s2, p1, semakin kekanan jumlah elektron valensi bertambah.
 Sehingga dapat kita simpulkan bahwa dalam tabel periodik, elektron valensi meningkat jumlahnya, karena unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom yang mencerminkan jumlah elektron maupun jumlah proton. Sedangkan dalam satu golongan setiap unsur memiliki elektron valensi yang sama karena penggolongan unsur didasari atas kesamaan jumlah elektron valensi.
2. Jari-Jari Atom
 Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai dengan elektron pada kulit terluar. Hasil pengamatan dari jari-jari atom untuk golongan IA, IIA dan IIIA, menunjukkan bahwa dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom semakin membesar. Dalam satu periode dari kiri ke kanan jari-jari semakin mengecil.
 Peningkatan jari-jari atom didalam satu golongan disebabkan meningkatnya tingkat energi dari atom atau meningkatnya kulit. Untuk atom Li (Litium) terletak pada kulit L, sedangkan Na (Natrium) pada kulit M, dan atom K (Kalium) terletak pada kulit N. Sedangkan dalam satu periode jari-jari atom semakin mengecil. Dalam satu periode setiap atom memiliki tingkat energi yang sama, namun jumlah intinya semakin membesar, karena kenaikan nomor atomnya, sehingga daya tarik inti terhadap elektron semakin kuat dan jari-jari atom menjadi lebih kecil.
3. Energi Ionisasi
 Energi ionisasi didefinisikan sebagai energi terendah yang dibutuhkan sebuah atom untuk dapat melepaskan elektron valensinya. Hasil eksperimen untuk energi ionisasi yang dilakukan pada unsur-unsur golongan IA menunjukkan bahwa energi ionisasi dari logam Litium (Li) sampai dengan Cesium (Cs) menurun. Sedangkan energi ionisasi dari unsur-unsur dalam satu periode, ditunjukkan pada periode ke tiga yaitu dari unsur Boron (B) sampai dengan Flor (F) menunjukkan adanya peningkatan. Trend peningkatan dan penurunan energi ionisasi dalam untuk unsur dalam satu golongan, semakin ke bawah jumlah kulit semakin banyak dan elektron semakin jauh dari inti. Hal ini menyebabkan elektron semakin mudah dilepaskan, dan dapat disimpulkan bahwa energi ionisasi dalam satu golongan semakin kecil dari atas ke bawah.
 Unsur-unsur dalam tabel periodik disusun berdasarkan kenaikan nomor atom sehingga jumlah elektron semakin besar dari kiri ke kanan dan semakin sulit melepaskan karena memerlukan energi yang cukup besar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa energi ionisasi dalam satu periode dari kiri kekanan semakin besar.
 Kemudahan sebuah elektron dilepaskan oleh sebuah unsur merupakan ciri khas sifat logam dari sebuah unsur, sehingga sifat kelogaman sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya energi ionisasi. Dalam satu golongan, sifat kelogaman meningkat dari atas ke bawah, yang berlawanan dengan energi ionisasinya. Demikianpula sifat kelogaman dalam satu periode semakin kecil dari kiri kekanan, sehingga unsur-unsur yang berada disebelah kanan khususnya yang memiliki orbital p bersifat sebagai non logam.
4. Affinitas Elektron
 Affinitas elektron didefinisikan sebagai energi yang dibebaskan oleh sebuah atom untuk menerima elektron. Dengan membebaskan energi, menunjukkan bahwa atom tersebut memiliki kecenderungan yang tinggi untuk berubah menjadi ion negatif. Dalam satu periode, dari kiri kekanan affinitas elektron bertambah besar. Sedangkan dalam satu golongan, dari atas ke bawah affinitas elektron semakin berkurang. Jika kita tinjau dari sisi atomnya, maka ada satu kemampuan suatu atom untuk menarik elektron yang disebut dengan elektronegatifitas.
 Keterkaitan antara elektronegatifitas dengan affinitas elektron adalah sebanding, semakin besar affinitas elektron semakin besar pula elektronegatifitasnya. Dalam satu periode dari kiri ke kanan elektronegatifitas semakin besar, sedangkan dalam satu golongan dari atas ke bawah, elektronegatifitasnya semakin menurun.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | Facebook | Twitter