10 Peristiwa-peristiwa yang mencakup wilayah nasional dari tahun 1997-2012

Berikut 10 Peristiwa-peristiwa yang mencakup wilayah nasional dari tahun 1997-2012

1. Bencana Tsunami Aceh tahun 2004
Peristiwa Tsunami di Aceh, terjadi setelah sehari setlah perayaan Natal, yaitu pada tanggal 26 Desember 2004. Bencana ini berawal dari kejadian gempa bumi yang berkekuatan 9,3 SR di kedalaman 10 km di bawah permukaan laut, tepatnya di utara Pulau Simeulue yang ada di laut barat Sumatera.
Gempa yang terjadi pada hari itu (tepatnya pukul 07:58:53) dirasakan cukup lama dan diklaim memiliki durasi gempa paling lama di dunia, yaitu sekitar  10 menit. Setelah gempa dahsyat ini terjadi, datanglah gelombang besar dari laut yang langsung menyapu daratan Aceh dan Sumatera Utara.

2. Garuda Indonesia Penerbangan 152
 Garuda Indonesia Penerbangan GA 152 adalah sebuah pesawat Airbus A300-B4 yang jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Indonesia (sekitar 32 km dari bandara dan 45 km dari kota Medan) saat hendak mendarat di Bandara Polonia Medan pada 26 September 1997. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 222 orang dan 12 awak dan hingga kini merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah Indonesia. Kecelakaan ini berjenis CFIT (Controlled flight into terrain; bahasa Indonesia: Penerbangan Terkendali Menuju Daratan) dimana sebuah pesawat yang laik terbang dan memiliki kru yang terlatih tanpa sengaja jatuh ke tanah, pegunungan, atau perairan). Pilot umumnya tidak menyadari bahaya di depan hingga semuanya  terlambat. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Medan dan telah bersiap untuk mendarat. Menara pengawas Bandara Polonia kehilangan hubungan dengan pesawat sekitar pukul 13.30 WIB. Saat terjadinya peristiwa tersebut, kota Medan sedang diselimuti asap tebal dari kebakaran hutan. Ketebalan asap menyebabkan jangkauan pandang pilot sangat terbatas dan cuma mengandalkan tuntunan dari menara kontrol Polonia, namun kesalahmengertian komunikasi antara menara control dengan pilot menyebabkan pesawat mengambil arah yang salah dan menabrak tebing gunung. Pesawat tersebut meledak dan terbakar, menewaskan seluruh penumpang dan awaknya. Dari seluruh korban tewas, ada 44 mayat korban yang tidak bisa dikenali yang selanjutnya dimakamkan di Monumen Membramo, Medan. Di antara korban jiwa, selain warga Indonesia, tercatat pula penumpang berkewarganegaraan Amerika Serikat, Belanda dan Jepang.

3. Tragedi Lumpur Lapindo tahun 2006
 Tragedi ‘Lumpur Lapindo’ dimulai pada tanggal 27 Mei 2006. Peristiwa ini menjadi suatu tragedi ketika banjir lumpur panas mulai menggenangi areal persawahan, pemukiman penduduk dan kawasan industri. Hal ini wajar mengingat volume lumpur diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Akibatnya, semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur: genangan hingga setinggi 6 meter pada pemukiman; total warga yang dievakuasi lebih dari 8.200 jiwa; rumah/tempat tinggal yang rusak sebanyak 1.683 unit; areal pertanian dan perkebunan rusak hingga lebih dari 200 ha; lebih dari 15 pabrik yang tergenang menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan lebih dari 1.873 orang; tidak berfungsinya sarana pendidikan; kerusakan lingkungan wilayah yang tergenangi; rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon); terhambatnya ruas jalan tol Malang-Surabaya yang berakibat pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan Pasuruan yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur.

4. Bencana Letusan Gunung Merapi tahun 2010
 Pada tanggal 26 Oktober 2010 pada pukul 17.02 WIB akhirnya Gunung Merapi pun meletus. Letusan Merapi dengan tipenya yang meluncurkan guguran lava dan diikuti awan panas ternyata kali ini dimulai dengan eksplosivitas yang menyebabkan debu vulkanik yang mencapai radius sampai 10 km dari sekitar puncak Merapi. Dr Surono, Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pun kembali menyampaikan bahwa gunung Merapi telah “menepati janjinya” untuk meletus dengan masuk ke dalam “fase erupsi”.

5. Gempa Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 11 April 2012
 Gempa kembali mengguncang Aceh, terjadi pada hari rabu 11 April 2012 sekitar pukul 15.38 WIB yang berpusat pada kedalaman 10 kilometer. Gempa dengan kekuatan skala 8,5 skala richter (SR) ini terjadi di 382 kilometer Barat Daya Kabupaten Simeulue Nanggore Aceh Darussalam. Gempa tersebut juga beberapa kali mengalami gempa susulan, sekitar pukul 17.43 dengan kekuatan sebesar 8,1 SR dan pada pukul 18. 52 dengan kekuatan 6,4 SR. Data yang dirilis dari Badan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, Rabu malam menyebutkan, pusat gempa bumi tersebut masih berada di kedalaman yang sama. Selain Indonesia, beberapa negara Asia, Australia dan Afrika pun diberikan peringatan oleh Pacific Tsunami Warning Centre menyusul terjadinya gempa tersebut.

6. Gempa bumi Jawa tahun 2006 berkekuatan 7,7 SR
 Gempa bumi Jawa Juli 2006 ialah gempa bumi berkekuatan 7.7 versi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) pada skala Richter di lepas pantai Jawa Barat, Indonesia. Terjadi pada 17 Juli 2006. Gempa bumi ini menyebabkan tsunami setinggi 2 meter yang menghancurkan rumah di pesisir selatan Jawa, membunuh setidaknya 659 jiwa. Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggara Jakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami. Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.

7. Gempa bumi Bengkulu tahun 2007 berkekuatan 7,9 SR
 Gempa Bumi Bengkulu 2007 memiliki kekuatan 8.4 Mw (skala kekuatan moment) atau 7.9 SR, terjadi pada tanggal 12 September 2007. Pusat gempa terletak kira-kira 10 km di bawah tanah, sekitar 105 km lepas pantai Sumatra, atau sekitar 600 km dari ibukota Jakarta. Gempa utama ini diikuti oleh serangkaian gempa susulan, yang berkekuatan sekitar  5 through 6 Mw pada patahan yang sama. Gempa utama tersebut juga disusul dengan gelombang pasang yang kemudian membanjiri sedikitnya 300 rumah penduduk dan bangunan publik di Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai sampai setinggi 1 meter. Gempa besar kedua terjadi dengan kekuatan 7.8  Mw, pada 13 September (WIB) di daerah Kepulauan Mentawai, 2.526°LS 100.963°BT — 188 km dari Padang, Sumatra Barat, di kedalaman 10 km. Gelombang pasang yang terjadi di Thailand dan pengamatan ilmiah lainnya di Samudra Hindia setelah gempa kedua ini memicu peringatan tsunami kedua.

8. Gempa bumi di Sumatera Barat tahun 2009 berkekuatan 7,6 SR
 Gempa Bumi Sumatera Barat 2009 terjadi dengan kekuatan 7,6 SR di lepas pantai Sumatera Barat pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009. Gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Kota Padang. Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat. Menurut data Satkorlak PB, banyaknya 6.234 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota & 4 kabupaten di Sumatera Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan.

9. Aceh Dilanda Gempa Besar 8.9 Skala Ritcher Peringatan Tsunami Dikeluarkan India dan Tim SAR Indonesia Siaga

 Warga kepulauan Nias ikut merasakan gempa yang menghantam wilayah Sumatera Utara, Aceh. Bahkan sebelum gempa berkekuatan 8,5 skala richter itu terjadi, warga Nias merasakan gempa awalan sebelum akhirnya gempa besar menyusul dalam beberapa menit kemudian. “Di sini gempa juga dirasakan di Nias. Warga berlarian ke luar,” ujar Iyun warga Kepuluan Nias Rabu 11 april 2012. Menurut Iyun, sebelum gempa besar, warga pertama kali mendapatkan gempa kecil dan pada gempa kedua yang hanya berselang beberapa menit, dirasakan sangat besar goyangannya.

10. Banjir Padang 2012 
merupakan bencana banjir yang melanda beberapa kawasan di kota Padang, Sumatera Barat pada 31 Mei 2012. Bencana ini disebabkan oleh hujan deras disertai petir dan angin kencang yang terjadi pada sore harinya. Bancana ini juga diperparah dengan tumbangnya sejumlah pohon dan tanah longsor di beberapa titik di kota Padang.
Kawasan terparah yang dilanda banjir ini di antaranya adalah Pegambiran, Kampung Kalawi, lubuklintah, pampangan, Duriantarung, dan Gunungsarik. Kawasan-kawasan tersebut terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa. Sementara, di kawasan lainnya banjir merendam hingga selutut orang dewasa, seperti di Lapai, Lubukbegalung, Kampung Nias, Jati, Bagindo Aziz Chan, dan Pasar Raya. Sedangkan yang lainnya tidak terlalu parah seperti Jalan Juanda, Jalan Pemuda, Jalan S. Ratulangi, Patimura, Sawahan, dan Andalas. Selain banyaknya kawasan yang terendam sehingga membuat puluhan warga mengungsi, bencana ini juga menyebabkan terbelahnya satu rumah dan merusak beberapa papan reklame hingga jatuh menimpa badan jalan maupun benda lain terutama kabel listrik. Bahkan satu tanggul diketahui jebol, dan listrik di hampir separuh Kota Padang padam.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE