Paragraf Berpola Umum-Khusus


Bacalah paragraf berikut ini!
Kepedulian kepada sesama harus ditumbuhkan kembali dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu diwujudkan melalui adanya perasaan senasib sepenanggungan dengan sesama. Jika ada tetangga atau kerabat mengalami kesulitan, maka segeralah ulurkan bantuan. Kesulitan akan terasa mudah jika ada kebersamaan antara kita. Berikan bantuan tanpa harus diminta. Jangan biarkan ada penderitaan sementara kita nyenyak dengan kebahagiaan.


Paragraf tersebut diawali dengan sebuah kalimat bermakna sangat umum, yaitu Kepedulian kepada sesama harus ditumbuhkan kembali dalam kehidupan bermasyarakat. Kalimat-kalimat berikutnya ternyata memberikan penjelasan terhadap kalimat pertama tersebut. Ada lima kalimat yang berupaya menjelaskan kalimat pertama. Kelima kalimat penjelas itu hanya cocok untuk menjelaskan kalimat pertama pada paragraf tersebut karena kalimat-kalimat itu memiliki makna khusus yaitu khusus menjelaskan kalimat pertama. Sebaliknya, kalimat pertama maknanya masih sangat umum. Kalimat itu dapat dijelaskan dengan kalimat lain selain kelima kalimat di bawahnya itu.


Paragraf yang disusun atau dikembangkan dengan cara semacam itu, disebut paragraf berpola umum-khusus, yaitu sebuah paragraf yang dimulai dengan pernyataan yang bersifat umum kemudian diikuti dengan pernyataan yang bersifat khusus. Paragraf umum-khusus boleh juga disebut paragraf deduktif karena ide pokok paragrafnya berada pada awal paragraf.


<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | Facebook | Twitter