Solusi Atasi Banjir di Sidoarjo


Banjir di kota, memang sangat mengganggu banyak pihak. Penduduk yang rumahnya tergenang, tidak bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan leluasa dan nyaman. Sayangnya banjir itu kerap terjadi di musim hujan seperti saat ini. Dan itu sudah terjadi setiap musim hujan pada setiap tahunya. Kita telah melihat banyak pejabat yang peduli mencoba mencari solusi. Kawan-kawan masyarakat pun telah berusaha mengatasi dan meminta tanggung jawab pemerintah. Wacana dan diskusi juga telah banyak dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang terbaik untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah ini.
Banjir di kota Sidoarjo, telah kita ketahui disebabkan daya tampung sungai yang menerima kiriman air hujan tidak mencukupi. Kota Sidoarjo yang dilewati banyak sungai, sangat dipengaruhi oleh kapasitas sungai dalam menerima luapan air. 
Pengerukan dan pelebaran sungai adalah langkah yang tepat untuk mengatasi banjir Sidoarjo. Sayang sekali, pengerukan yang dilakukan sering kurang efektif karena sasarannya kurang tepat. Memperdalam dan melebarkan sungai di sisi dekat kota memang bagus untuk memperbesar daya tampung. Namun petugas dan yang berwenang, sering melupakan adanya bottleneck antara sungai di dekat kota (hulu) dengan sisi muara sungai. Mengenai hal ini mari kita diskusikan.

SOLUSI Praktis mengatasi Banjir (kota Sidoarjo).

1. Meninggikan atau mengurug daerah yang tergenang.
Langkah cepat untuk mengatasi banjir di kota adalah meninggikan daerah yang banjir (saja). Pada saat terjadi genangan, kita bisa mengetahui dengan mudah, mana daerah yang lebih rendah dibanding yang lain. Kita juga bahkan bisa menandai banjir yang terjadi, sampai pada posisi mana. Lalu, untuk mengatasinya kita tinggikan daerah itu, maka berikutnya tidak akan terjadi genangan lagi di tempat itu. Hanya saja, kita juga harus memperhatikan, jangan sampai wilayah kita tidak banjir, tapi dengan sewenang-wenang airnya kita limpahkan pada tetangga kita. :) Ya, dalam satu kawasan, harus sama-sama ditinggikan dan membuat saluran pembuangan hingga ke sungai dengan bagus yang dapat menampung semua buangan air hujan di wilayah itu.

2. Memelihara daerah resapan.
Banyaknya pembangunan perumahan dan peruntukan yang lain, membuat area resapan di wilayah Sidoarjo makin menyempit. Dan untuk mendukung pembangunan yang terus meningkat di Sidoarjo, hal ini memang sulit untuk kita hindari. Pertumbuhan, mau tidak mau harus mengorbankan area resapan, yang sangat kita butuhkan, namun sulit kita hindari. 

3. Membersihkan dan memperluas penampang saluran (sungai) pembuangan air hujan ke laut.
Solusi ini yang paling penting untuk dilakukan dalam mengatasi banjir Sidoarjo. Bukan saja pengerukan dan pelebaran (memperluas penampang) sungai namun juga bagaimana memperlancar aliran air menuju laut. 
Jika masalah air pasang dikatakan sebagai kendala, hal itu adalah kurang tepat untuk kota Sidoarjo. Karena dengan mudah kita bisa melihat, jika terjadi banjir, air sungai meluap, maka aliran air sangat deras, bahkan saat air laut pasang. Hal itu menunjukkan ketinggian air di hulu (kota) masih cukup tinggi dibanding permukaan di muara (air laut pasang). Jika kita menyusuri sungai saat banjir dan air sungai meluap, kita bisa tahu bahwa arus air tetap deras pada saat pasang, kecuali hingga mendekati muara (pada saat air laut pasang tinggi), yang memang disitu air sungainya sangat lebar.
Hambatan yang lebih besar, arus air melalui sungai untuk menuju laut, sangat mudah kita lihat di daerah sungai yang melengkung dan menyempit. Untuk memastikan, kita bisa mengukur kecepatan arus air dengan menyusuri aliran sungai saat banjir. Pada tempat terjadi arus yang lebih deras dari tempat sebelumnya, berarti di disitu terjadi bottleneck. Dan terutama di daerah bottle neck itulah kita atasi.

Gambar diatas adalah foto udara (dari maps.google) daerah aliran sungai dari kota Sidoarjo menuju laut. Kita bisa melihat, bahwa sungainya berkelok-kelok yang membuat aliran air kurang lancar. Untuk jangka pendek, kita bisa memperlebar daerah yang diperlukan saja, seperti dalam gambar berikut ini.

Dan untuk jangka panjang, kita bisa memotong sungai yang berkelok-kelok itu dan meluruskannya. Hal ini dapat kita laksanakan dengan lebih mudah untuk saat ini karena area tersebut adalah area tambak. Jika pemerintah kabupaten Sidoarjo serius ingin mengatasi masalah banjir, bukan saja mengurug daerah yang rendah di kota, namun memperlancar arus air ke laut sangat perlu segera dilakukan. Atasi bottleneck, dan berikutnya meluruskan sungai selama sekitar daerah aliran sungai yang berkelok-kelok itu masih berupa tambak. Nanti setelah daerah itu sudah banyak gedung, akan lebih sulit untuk melakukannya.


Sidoarjo, 28 Desember 2011
Afandi Kusuma

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE