Menggunakan Alat-Alat / Proyek Fisika

TEORI
Kita sudah sangat sering melihat, mengetahui, atau mungkin kita sering menggunakan alat-alat / proyek fisika yang ada. Seperti yang kita tahu bahwa  di dunia ini terdapat berbagai macam jenis alat-alat fisika yang telah berhasil ditemukan dan alat-alat tersebut tentunya mempunyai fungsi yang beragam pula salah satu diantaranya adalah untuk mempermudah kehidupan manusia yang ada.
Pada kesempatan kali ini, kelompok kami memilih tahanan sederhana untuk  dijadikan proyek fisika kami. Untuk menerangkan tentang jalannya arus listrik dalam kawat penghantar dapatlah kawat ini dianggap sebagai  suatu ayakan yang terdiri dari pada inti-inti atom yang tidak dapat bergerak. Di antara inti-inti ini bergeraklah elektron-elektron dengan cepat sekali. Dalam gerakan ini, elektron tiap kali membentur kepada intinya. Karena elektron hanya dapat menempuh jarak yang pendek saja sebelum membentur inti atom, maka dalam perjalanannya sepanjang kawat, elektron juga mendapat hambatan atau tahanan.
Adanya tahanan di dalam kawat yang berarus listrik dapat diselidiki dengan percobaan sebagai berikut. Arus yang dihasilkan oleh sebuah aki dialirkan melalui sepotong kawat  penghantar. Besarnya kuat arus dapat dibaca pada amperemeter. Apabila kawat diganti dengan lain yang sama jenisnya dan sama tebalnya, tetapi lebih panjang, maka akan mengakibatkan kuat arus berkurang. Dari hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa arus listrik itu lebih mudah melalui kawat pendek daripada melalui kawat yang panjang. Karena itulah disebut bahwa tahanan kawat yang panjang lebih besar daripada kawat yang pendek.
Jika nantinya kawat diganti dengan kawat yang sama panjang dan sama jenisnya tetapi lebih kecil, maka dapat kita lihat bahwa kuat arus juga berkurang. Jadi dari sini kita juga dapat menyimpulkan bahwa tahanan kawat kecil lebih besar daripada kawat yang besar.
Kuat arus juga tetap akan berubah jika kawat tersebut diganti dengan kawat yang sama panjang, sama tebalnya tetapi berbeda bahannya ( terbuat dari logam yang lain ). Jadi kita tahu bahwa tiap logam mempunyai jenis tahanan yang berbeda-beda / lain antara satu dengan yang lainnya. Dari sinilah dapat kita simpulkan bahwa :
1. Tahanan kawat berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar.
2. Tahanan berbanding terbalik dengan penampang kawat.
3. Tahanan bergantung pada jenis kawat penghantar.
Hubungan tersebut di atas dapat pula kita nyatakan dalam rumus sebagai berikut :
r = ρ l/O
Dalam rumus ini :
r = tahanan kawat pengantar
l = panjang kawat
o = penampang kawat
ρ = hambatan jenis kawat penghantar
Sebagai satuan tahanan ditetapkan ohm  ( Ω )
Perlu diketahui bahwa  1 ohm adalah tahanan kawat penghantar apabila diperlukan beda potensial 1 volt antara kedua ujungnya supaya kuat arusnya 1 ampere.
FUNGSI / TUJUAN
Fungsi dan tujuan dari alat yang kami rangkai ini ialah untuk melakukan percobaan dimana akan diketahui adanya tahanan (hambatan) di dalam kawat yang berarus listrik dan untuk membuktikan kebenaran dari rumus :
r = ρ l/O
CARA KERJA ALAT
1.  Hubungkan rangkaian tersebut, aki akan menghasilkan arus dan dialirkan lewat sepotong kawat penghantar.
2.  Lalu lihatlah besarnya kuat arus pada amperemeter yang ada dalam rangkaian tersebut.
3.  Dengan cara yang sama, gantilah kawat penghantar tersebut dengan ukuran lain (lebih besar/lebih kecil dan lebih panjang/lebih pendek) dan kawat yang terbuat dari pada logam lain.
4.  Bandingkan kuat arus yang terjadi.
sumber: Catatan Sekolah

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE