MEMAHAMI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI (dari pelajaran Sekolah)


Pengertian Ideologi
Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu belief system, pedoman, atau petunjuk hidup dan sebagi rumusan nilai – niali atau cita – cita yang terkandung dalam ideology Pancasila dan menjadi perekat bangsa Indonesia. Sekarang Pancasila menjadi beku karena sila – silanya dibekukan dan tidak boleh diubah sehingga cenderung menjadi benih perpecahan bangsa. Asas Bhineka Tunggal Ika semkin kosaong dan kurang bermakna dan ideology Pancasila menjadi tertutup.
Ideologi Terbuka dan Ideologi tertutup
Nilai – nilai Ideologi Terbuka tumbuh dan berkembang dari dan atas dasar nilai yang hidup dan dihayati dalam masyarakat. Nilai – nilai yang dirumuskan bersifat universal. Ideologi terbuka memerlukan perangkat hukum dan perundangan pada berbagai tingkatan.
Ideologi Tertutup mempunyai nilai operasional langsung yang menjadi tolak ukur untuk menilai sikap, cara pikir dan tingkah laku seseorang ( contoh Komunisme dan Nazizme).
Sila Pertama : Ketuhanan YME
Implikasinya penting bagi kehidupan politik yang selalu ditandai oleh ketidakstabilan, ketegangan antar agama. Sumber masalah ini adalah perbedaan dalam memahami sila pertama apakah Negara Pancasila merupakan Negara Agama atau Negara Sekuler? Pertanyaan itu biasanya dihindari atau tidak diberi jawaban yang jelas atau tegas “RI sebagai Negara Pancasila selalu dipahami sebgai bukan Negara Agama atau bukan Negara Sekuler yang banyak disalah mengertikan sebagai Negara “anti agama”, contoh : UU Perkawinan dan UU Sisdiknas.
Perlu Ketegasan tentang Status Negara dan Agama
Kita harus tegas dalam pendirian kita tentang status agama dalam Negara. Hukum agama seharusnya tidak diberi sanksihukum Negara sehingga mempunyai civil effect. Kita harus mempertahankan kehidupan kenegaraan sesuai UUD 45 dengan berbagai amandemennya termasuk di dalamnya Ideologi Pancasila.
Islam sering menyatu dengan unsure kesukuan dan kedaerahan. Separatisme didasarkan pada kedaerahan, yang seringkali berkaitan dengan agama, suku, dan adat-istiadat yang sering ditonjolkan. Penonjolan ini menjadi ancaman dan petunjuk kurangnya penghayatan kebangsaan Indonesia.
Karena kerancuan sila pertama, kita menghadapi permasalahan yang menyangkut bidang – bidang berikut :
1.  Hakikat kebangsaan Indonesia : Nilai – nilai dasar kemanusiaan (core values) apa saja yang mengikat kita menjadi satu bangsa yang disebut Indonesia (nilai Bhineka Tunggal Ika).
2.  Beberapa masalah politik / kenegaraan yaitu hubungan mayoritas minoritas yang rancu. Pengambilan keputusan melalui voting sebagai mekanisme demokrasi pasti akan dimenangkan suara mayoritas. Tetapi dapatkah memaksakan kehendaknya melalui voting yang berhubungan dengan salah satu core values, nilai kemanusiaan yang fundamental.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | Facebook | Twitter