Kalimat tidak logis: "Waktu dan tempat kami persilakan" (Kaidah Bahasa)

Mungkin Anda pernah mendengar kalimat berikut dalam sebuah diskusi atau pertemuan.
Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia. Waktu dan tempat kami persilakan.
Kalimat waktu dan tempat kami persilakan termasuk kalimat yang tidak logis karena kalimat ini tidak dapat diterima akal yang sehat. Padahal, yang harus memberikan sambutan adalah ketua panitia. Apakah betul waktu dan tempat dapat memberikan sambutan? Dalam kalimat sebelumnya, jelas bahwa yang akan memberikan sambutan adalah sang ketua panitia, bukan waktu dan tempat. Akan tetapi, dalam kalimat selanjutnya jalan pikiran pembawa acara tergelincir, yakni dengan mempersilakan waktu dan tempat. Dalam hal ini, seolah-olah yang diundangkan untuk datang ke mimbar pertemuan itu adalah waktu dan tempat.
Kalimat yang bernalar dari ucapan pembawa acara adalah sebagai berikut.
Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia; ketua panitia kami persilakan.

Jika kita ingin lebih memahami tentang beberapa kesalahan penggunaan bahasa dan pemecahannya, kita dapat membaca buku 1001 Kesalahan Berbahasa yang ditulis oleh E. Zainal Arifin dan Farid Hadi.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | Facebook | Twitter