Istilah-istilah dalam bidang ilmu pengetahuan / Science (3)

Limfosit : sel darah putih, termasuk kelompok agranulosit.
Leukemia : meningkatnya jumlah leukosit yang abnormal, sedangkan jumlah eritrosit dan leukosit menurun.
Lipase : enzim pemecah lemak (lipid) menjadi asam lemak dan gliserol.
Logam alkali : kelompok logam atau unsur yang meliputi Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr, ditempatkan pada Tabel Periodik sebagai golongan IA.
Logam alkali tanah : kelompok unsur atau logam yang mencakup Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra ditempatkan pada Tabel Periodik sebagai golongan 11 A.
Massa jenis : massa benda per satuan volume.
Miopi : cacat mata yang penglihatan penderitanya tampak buram jika melihat benda-benda jauh.
Molekul : gabungan dua atom atau lebih yang
berasal dari unsur yang sama atau berbeda.
Molekul unsur : gabungan dua atom atau lebih
yang berasal dari unsur yang sama.
Molekul senyawa : gabungan dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang berbeda.
Monosit : sejenis leukosit berinti besar dan sitoplasma bergranula.
Metamorfosis : perubahan bentuk larva menjadi bentuk dewasa.
Nematisida : pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman jenis cacing.
Neutrofil : jenis leukosit yang dapat bergerak amuboid dan fogositosis.
Osteoforosis : rapuh tulang, terbentuk pori-pori pada tulang, lalu patah.
Ovarium : indung telur, tempat pembentukan sel telur.
Overdosis : penggunaan obat secara berlebihan.
Panjang satu gelombang : panjang satu bukit dan satu lembah.
Percepatan gravitasi : nilai percepatan yang dimiliki benda yang jatuh karena adanya gravitasi bumi.
Periode : deret unsur pada Sistem Periodik Unsur yang tersusun secara mendatar dan menggambarkan perubahan sifat atom unsur secara periodik menurut kenaikan nomor atomnya.
Periskop: alat optik yang berfungsi untuk mengamati benda dalam jarak jauh atau berada dalam sudut tertentu, alat optik ini biasa dipasang pada kapal selam.
Pesawat sederhana : ala-atat mekanik untuk memudahkan kerja manusia.
Poliatomik : molekul yang tersusun oleh tiga buah atom atau lebih.
Presbiopi : cacat mata yang penderitanya tidak dapat melihat benda-benda jauh atau dekat dengan jelas. Cacat ini lebih banyak disebabkan faktor usia.
Psikotropika : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetik, bukan narkotika dan berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat.
Prinsip bejana berhubungan : prinsip yang menyatakan bahwa pemukaan air selalu rata, tidak dipengaruhi oleh bentuk permukaan dasarnya atau bentuk tabungnya dengan tempat air tersebut.
Peristaltik : gerak bergelombang kempis dan kendur otot saluran pencernaan dari depan sampai ke belakang.
Pubertas : usia remaja dimana terjadi pertumbuhan fisik sekunder yang menandakan organ reproduksi sudah berfungsi.
Pepsinogen : bahan belum aktif pepsin, aktif setelah bereaksi dengan asam lambung (HCl).
Pestisida : zat kimia yang berfungsi untuk membasmi hama.
Protombin : protein larut dalam plasma darah berperan dalam pembekuan darah.
Resultan : hasil penjumlahan atau pengurangan dua atau lebih gaya.
Resipien universal : penerima darah dari segala jenis golongan darah.
Rodentisida : pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat, seperti tikus.
Renin : enzim yang diproduksi lapisan lendir lambung untuk mengubah protein susu menjadi kasein.
Senyawa ion : senyawa yang terbentuk karena adanya ikatan ion.
Sistem periodik unsur : sistem kelompok unsur yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom unsur.
Stomata : tempat keluar masuknya air dan udara pada daun.
Seismonasti : gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa sentuhan atau getaran.
Termonasti : gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa suhu.
Thalasemia : penyakit keturunan dimana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah.
Tekanan : dorongan gaya yang diberikan tiap satuan luas permukaan bidang tekan.
Tekanan atmosfer : tekanan udara, tekanan yang dimiliki atmosfer.
Tripsonogen : enzim yang dihasilkan oleh pankreas.
Usaha : besaran fisika yang dihasilkan oleh gaya yang dikerjakan pada suatu benda itu berpindah tempat.
Zat aditif : zat yang ditambahkan pada suatu bahan atau makanan dengan tujuan agar bahan makanan itu memiliki nilai, fungsi, ukuran, rasa, warna, bau, atau sifat-sifat tertentu.
Zat aditif sintetik : zat aditif dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang sejenis.
Zat adiktif : istilah untuk zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan psikologis yang panjang.

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE