Asal Nama Indonesia

Nama Indonesia berasal dari bahasa Latin Indus yang berarti India dan bahasa Yunani nesos yang berarti pulau. George Earl adalah etnolog berkebangsaan Inggris. Pada tahun 1850 ia mengusulkan nama Indunesian untuk penduduk 'kepulauan India'. Mahasiswanya yang bernama J.R.Logan, menggunakan nama Indonesia sebagai sinonim Kepulauan India.

Adolf Bastian dari Universitas Berlin mempopulerkan nama Indonesia dalam sebuah bukunya pada tahun 1890-an. Namun para akademisi Belanda enggan menggunakan nama itu. 
Sampai tahun 1900, nama Indonesia lebih populer di lingkungan akademisi di luar Belanda. Namun sejak tahun itu para pejuang kebangsaan Indonesia menggunakan nama Indonesia sebagai ekspresi politiknya. Sarjana Indonesia yang secara terang-terangan menggunakan nama Indonesia pertama kali adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau menggunakan nama Indonesia ketika mendirikan biro penerbitan di Belanda tahun 1913.

Nama resmi negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah dijajah oleh Belanda dan Jepang, kita merdeka tahun 1945. Bentuk pemerintahan kita Republik Presidensil dengan kepala negara maupun kepala pemerintahan Presiden. Kota-kota besar di Indonesia antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dan Semarang.


Indonesia terletak di ekuator sehingga beriklim tropis. Wilayahnya diapit oleh dua benua dan dua samudera, menyebabkannya beriklim musim. Suhu rata-rata tinggi, namun variasinya kecil. Di Jakarta misalnya, rata-rata suhu 26± 30 °C. Ketika musim hujan, curah hujan tinggi.
Ketika musim kemarau, curah hujan rendah. Curah hujan rata-rata tahunan 1.780±3.175 milimeter.
Dengan ketinggian 5.030 m, Puncak Jaya di Papua merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Danau Toba di Sumatera merupakan danau terluas, 1.145 km2. Sungai-sungai terbesar ada di Kalimantan yaitu Kapuas, Mahakam dan Barito. Sungai-sungai ini menjadi jalur transportasi penting bagi penduduk di sekitarnya.
Lokasi Indonesia di pertemuan antara lempeng tektonik Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia. Letak ini menyebabkan letusan gunung berapi dan gempa bumi sering terjadi.
Keuntungannya, debu dari gunung berapi menyebabkan tanah kita subur. Faktor inilah yang menyebabkan padatnya penduduk P. Jawa dan P. Bali. Keuntungan lainnya adalah banyaknya hasil tambang dari material yang dikeluarkan dari dalam bumi.

Luas, iklim tropis, dan bentuk kepulauan mendukung keanekaragaman hayati Indonesia. Keanekaragaman hayati ini nomor dua dunia setelah Brazil. Hutan hujan tropis kita merupakan salah satu paru-paru dunia. Fauna Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali bercorak Asia. 
Diantaranya harimau, badak, orang utan, gajah, dan macan tutul. Fauna Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku bercorak peralihan. Banyak spesies endemik hidup di sini, yaitu spesies yang tidak ada di tempat lain. Diantaranya anoa, tapir, komodo, dan maleo. Fauna Papua bertipe Australia. Diantaranya hewan berkantung dan 600 spesies burung.
Berdasarkan survei penduduk tahun 2005, jumlah penduduk Indonesia 218 juta orang (tabel 1). Diperkirakan ada lebih dari 300 etnis di Indonesia. Etnis terbesar Jawa (42%), Sunda, Melayu, dan Madura. Mayoritas penduduk (86%) menganut agama Islam. Lainnya menganut agama Protestan, Katholik, Hindu, Budha, atau Konghucu. Bahasa resmi kita bahasa Indonesia. Dalam percakapan sehari-hari, banyak penduduk menggunakan bahasa daerah masing-masing. Ekonomi Indonesia mengalami krisis pada akhir tahun 1990-an. Pemicunya adalah krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia. Saat ini proses pemulihan sudah menunjukan hasil. 
Indonesia terkenal akan keindahan alamnya maupun budayanya.

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar. Diantaranya adalah minyak, gas alam, timah, tembaga dan emas. Indonesia adalah pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia. Akhir-akhir ini Indonesia menjadi pengimpor minyak, karena konsumsi dalam negeri yang besar. Hasil pertanian yang utama termasuk kelapa sawit, beras, teh, kopi, rempah-rempah dan karet. Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya. Diantaranya Singapura dan Australia.
Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah angka kemiskinan dan pengangguran yang tinggi. Jumlah penduduk yang besar dan industrialisasi menyebabkan kerusakan lingkungan. Penggundulan hutan, kebakaran hutan, dan banjir adalah dampaknya. Masalah lainnya diantaranya banyaknya bencana alam, sampah, kemacetan lalu lintas, dan korupsi.

dari buku sekolah.
  1. http://dahlanforum.files.wordpress.com/2009/11/baiklahkawan.gif

    BalasHapus

<i>tekt miring</i> | <b>TEKS TEBAL</b>

[img]link Image Anda[/img]

[youtube]link video youtube[/youtube]



 
© 2011 Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | omaSae | BerKADO | Facebook | Twitter | Versi MOBILE